Erabaru.net. Ongkos perawatan gigi sekarang mahal, karena itu tuntutan untuk menjaga kesehatan gigi menjadi sangat penting. Kalau saja sudah ada titik hitam di gigi, perlu segera dirawat, meskipun itu hanya gigi berlubang yang mudah diatasi dengan tambalan. Tidak mahal ! Semua orang harus memeriksa kesehatan gigi secara rutin, selain perlu menyikatnya sampai bersih ketika menggosok gigi.

Meskipun setiap orang menggosok gigi setiap hari, tetapi karena mengabaikan beberapa detail ternyata berdampak besar pada rongga mulut. Mari kita ikuti :

 

1. Apakah cukup menggosok gigi sekali sehari ?

Jawaban : Disarankan menggosok gigi pada pagi dan malam hari.

Banyak orang berpendapat cukup menggosok gigi sekali sehari pada saat bangun pagi.

Namun, dalam beberapa jam kemudian, bakteri yang berada dalam rongga mulut dapat menyerang gigi dan gusi, mulai menimbulkan ancaman setelah lewat belasan jam. Berupa kerusakan gigi, radang gusi, bau mulut dan lainnya.

Apalagi kalau tidak menggosok gigi di malam hari, maka lebih sulit lagi untuk menjaga lingkungan yang sehat di dalam mulut, dan dapat mempercepat rontoknya gigi.

2. Apakah boleh menggosok gigi secara bebas ?

Jawaban : Cara menggosok gigi yang benar adalah secara vertikal (atas bawah).

Gigi adalah bagian tubuh yang paling kuat, tetapi cara menggosok gigi yang salah juga dapat merusak gigi dan menimbulkan serangkaian masalah di mulut.

Banyak orang menggosok gigi secara horizontal (kanan kiri) dan menggunakan tenaga, berpikir bahwa dengan demikian kebersihan gigi lebih sempurna, untuk menghindari gigi berlubang.

Padahal, cara menggosok gigi yang benar adalah : menggosok dari atas ke bawah ketika menggosok gigi bagian atas, dan dari bawah ke atas ketika menggosok gigi bagian bawah. Bagian dalam dan luar dari gigi serta permukaan oklusal harus juga disikat. Kita dapat menggosok gigi bolak-balik beberapa kali, tetapi perlu diingat untuk menggosok gigi dengan lembut dan jangan terlalu memakai tenaga.

3. Apakah menggosok gigi semakin lama semakin baik ?

Jawaban : Cukup 2 hingga 3 menit.

Banyak orang mengira bahwa semakin lama menggosok gigi, maka semakin banyak plak gigi yang bisa dibersihkan. Namun, penelitian menemukan bahwa ketika orang menggosok gigi lebih dari dua menit, plak gigi yang dibersihkan ternyata tidak lebih banyak.

Tentu saja, menggosok gigi dengan asal-asalan tidak akan mencapai hasil yang efek dalam membersihkan gigi, malahan memicu terjadinya kerusakan gigi di masa mendatang.

Kontrol lamanya waktu menggosok gigi, umumnya 2 hingga 3 menit sudah tepat.

4. Apakah boleh menggosok gigi dengan air bersih dingin biasa ?

Jawaban : Lebih dianjurkan menggunakan air bersih yang hangat.

Air dingin atau panas tidak baik untuk kesehatan gigi. Saraf pulpa gigi itu cukup sensitif, jadi ketika terangsang oleh air dingin atau panas akan memberikan respon stres. Jika hal ini berlangsung lama, mudah membuat dentin menjadi sensitif, dan gejala seperti sakit gigi dan gusi berdarah akan muncul.

Menggosok gigi dengan air hangat dapat membuat zat dalam pasta gigi bekerja, yang lebih kondusif untuk membersihkan sekaligus melindungi gigi.

5. Apakah perlu langsung menggosok gigi usai makan ?

Jawaban : Sebaiknya 1 – 2 jam setelah makan.

Sejumlah besar makanan mengandung asam akan menempel pada gigi usai makan, maka email pada permukaan gigi bisa berubah lunak, bahkan bereaksi dengan molekul kalsium dan fosfor di lapisan aksial gigi untuk memisahkan kalsium dan fosfor, dengan demikian gigi akan melunak dan lebih rapuh.

Jika Anda langsung menggosok gigi usai makan, itu akan merusak email yang merugikan kesehatan gigi.

Oleh karena itu, sebaiknya berkumur dengan air usai makan untuk membantu membersihkan mulut, menetralkan keasaman makanan, dan mempercepat pemulihan kalsium pada gigi. Tunggu sekitar 1 – 2 jam setelah itu baru menggosok gigi.

6. Apakah lebih baik menggunakan pasta gigi yang paling mahal ?

Jawaban : Tidak perlu mengejar harganya.

Sebenarnya komponen utama dari pasta gigi baik yang mahal atau murah kurang lebih sama, yaitu terdiri dari bahan deterjen untuk menghilangkan plak, bahan pembusa, dan lainnya yang berperan dalam menghilangkan bakteri.

Perbedaan harga terutama berasal dari fitur yang ditambahkan oleh masing-masing produsen, seperti hemostasis, pemutih, dan anti alergi dan sebagainya.

Jika Anda menginginkan gigi yang sehat, yang terpenting bukanlah harga pasta gigi yang harus dipilih, tetapi apakah Anda menggosok gigi dengan cara yang saksama dan benar.

7. Apakah boleh membasahi pasta yang berada di atas sikat gigi dengan air yang digunakan untuk menggosok gigi ?

Jawaban : Pasta gigi yang terkena sedikit air malahan lebih baik.

Pada umumnya busa pasta gigi akan lebih kaya busa saat basah, yang membantu membersihkan gigi.

Itu karena pasta gigi membutuhkan air untuk larut dan berbusa di dalam mulut. Walaupun ada air liur di dalam rongga mulut, namun bagi sebagian orang yang sensitif, pasta gigi hanya akan menyerap air liur di mulut dan mungkin terasa kasar. Ya, bahkan bisa membuat permukaan kulit terkikis.

Oleh karena itu tidak ada salahnya untuk membasahi pasta di atas sikat gigi sesaat sebelum digunakan.

8. Apakah hanya gigi yang digosok ?

 

Jawaban : Lidah pun perlu dibersihkan dengan sikat gigi.

Permukaan lidah kita itu tidak licin, berbentuk mirip permukaan handuk sehingga mudah menyembunyikan kotoran.

Selain lebih dari 700 jenis bakteri, terdapat sel-sel epitel yang terlepas, sel darah putih yang keluar, sisa makanan dan air liur yang semuanya menunjukkan bahwa lidah adalah tempat pembiakan bakteri.

Menyikat lidah saat menggosok gigi dapat meredakan bau mulut, mencegah penyakit mulut, dan meningkatkan indera perasa.

9. Apakah sikat gigi tidak perlu diganti selama belum rusak ?

Jawaban : Sikat gigi perlu diganti setiap 3 bulan.

Jika sikat gigi sudah lama digunakan, sisa pasta dan sisa makanan dapat menempel di bagian bawah dari bulu sikat, sehingga bagian atasnya seringkali dipenuhi oleh berbagai kelompok bakteri. Oleh karena itu, sikat gigi sebaiknya diganti secara rutin, diganti setiap tiga bulan sekali, jangan merasa sayang membuang sikat gigi yang ‘belum rusak’.

Hal yang perlu dicatat adalah, ketika Anda memilih sikat gigi, bulu sikat gigi kalau bisa tidak terlalu lunak juga tidak terlalu keras. Karena bulu sikat yang terlalu keras dapat dengan mudah merusak gusi dan gigi, sedangkan yang terlalu lunak atau lembut nyaris tidak berfungsi dalam membersihkan sisa makanan yang menempel atau menyelip di antara gigi.(sin/yn)

Sumber: aboluowang.

Share

Video Popular