Erabaru.net. Banyak keajaiban yang terjadi di dunia ini. Mungkin Anda pernah mendengar tentang adanya “Pulau Menangis” di Samudra Pasifik, atau mungkin pernah mendengar tentang “Gunung Cokelat” di Pulau Bohol, di Philipina. Anda mungkin juga pernah mendengar tentang “Pantai Merah Muda” di Pulau Harbour di Bahama. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang “Air Terjun Berdarah” ?

“Air Terjun Berdarah” ini mengalir dari danau garam di bawah gletser di Antartika. Cairan merah itu mengalir keluar dari gletser putih, kemudian sampai pada area bebas es besar di Benua Antartika – Lembah Kering McMurdo. Sebuah lembah kering di Bumi yang merupakan wilayah paling mirip dengan Planet Mars. Wilayah paling aneh di Antartika.

Pada waktu-waktu tertentu air danau yang memancar dari gletser itu berwarna merah, bukan warna lainnya ? Pada awalnya, para ahli geologi berpikir bahwa air danau mungkin mengandung beberapa ganggang, dan zat pigmen yang dikeluarkan oleh ganggang ini membuat air danau menjadi merah.

Namun, setelah bertahun-tahun pengamatan yang melelahkan oleh para ahli geologi dan ilmuwan, kesimpulan tentang “merah gara-gara ganggang” telah dikesampingkan, dan sekarang orang tahu persis mengapa danau yang mengalir di sana berwarna merah.

 

Ternyata air danau mengandung zat besi dalam jumlah yang sangat besar, ketika air danau memancar keluar dan langsung beroksidasi dengan udara, maka airnya berubah menjadi merah, membentuk lanskap megah yang merah putih di Antartika.

Tentu saja, tidak semua orang dapat melihat pemandangan istimewa ini dalam hidupnya, karena bagaimanapun juga, ini berada di Antartika yang terpencil dan sangat dingin.

Air Terjun Berdarah di Antartika tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 1911, ketika seorang anggota Ekspedisi Antartika Rob Nor Scott bernama Thomas Griffith Taylor pertama kali melihatnya.

  

Penelitian terbaru menemukan adanya bakteri yang hidup di “Air Terjun Berdarah” ini. Bakteri-bakteri tersebut bertahan hidup dengan mengandalkan senyawa besi dan belerang. Ini adalah penemuan penting.

Dan peneliti terkait hal ini mengatakan, bahwa jenis bakteri “keras kepala” ini telah diisolasi di wilayah itu selama hampir 1,5 juta tahun. Diperkirakan air dari “Air Terjun Berdarah” yang diciptakan oleh bakteri jenis ini adalah untuk menyediakan lingkungan hidup bagi makhluk luar angkasa lainnya yang berada di tata surya. (sin/yn)

Sumber: aboluowang

Share

Video Popular