Sunday, November 28, 2021
No menu items!
HomeBERITA TIONGKOKJutaan Orang di Shanxi, Tiongkok Dilanda Banjir, Instruksi Gubernurnya "Cegah Kematian...

Jutaan Orang di Shanxi, Tiongkok Dilanda Banjir, Instruksi Gubernurnya “Cegah Kematian dan Cedera” Meragukan

Li Jinfeng

Baru-baru ini, banjir yang melanda di banyak wilayah Provinsi Shanxi, Tiongkok menyebabkan jutaan orang menderita. Gubernur provinsi itu mengklaim dia menginstruksikan perintah pencegahan terhadap korban massal dan terluka.” Akan tetapi menimbulkan sejumlah keraguan. 

Gubernur Shanxi memerintahkan secara ketat untuk pencegahan kematian dan cedera massal. Akan tetapi, netizen daratan Tiongkok mempertanyakannya. 

Untuk diketahui, pada 10 Oktober, Departemen Manajemen Darurat Provinsi Shanxi mengklaim banjir berdampak terhadap 1.757.100 jiwa di 76 wilayah yang terletak 11 kota di Provinsi Shanxi. Sebanyak 120.100 orang dievakuasi, dan hampir 200.000 hektar lahan pertanian terkena dampak. Lebih dari 17.000 rumah runtuh.

Sehari sebelumnya, pada  9 Oktober, pada pertemuan resmi Provinsi Shanxi, Lan Fo’an, Gubernur Provinsi Shanxi dari Komunis Tiongkok, menyatakan bahwa “Cegah dengan tegas kematian dan cedera massal” adalah garis bawah yang harus dilakukan akibat bencana. 

Netizen daratan Tiongkok meragukannya dengan menulis ;  “Cegah ketat kematian massal dan cedera. Sebagai seorang Shanxiese, Ia benar-benar merasa tidak nyaman melihat enam kata ini. Dikarenakan, warga sendiri tak meninggalkan siapa pun. Warga harus berjaga-jaga terhadap kematian dan cedera massa, mereka menghentikan kematian dan cedera individu, mencoba yang terbaik untuk membantu dan mengurangi kerugian seminimal mungkin antar sesama,  situasi keseluruhan korban individu tidak atas pengaruh posisi Anda.” 

Dilaporkan bahwa selama banjir di Provinsi Henan tahun ini, kematian massal dan cedera terjadi di daerah setempat.

Hao Nan, kepala Pusat Layanan Informasi Bencana Zhuo Ming, yang mengkhususkan diri dalam menangani informasi bencana di daratan Tiongkok, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media, china philanthropist mengatakan, bahwa banjir di Shanxi terjadi pada  Oktober, dan ada suhu dingin yang membuat penyelamatan lebih sulit. Banjirnya berbeda. Ditambah dengan kepadatan penduduk di Provinsi Shanxi tidak setinggi di Henan, dan genangan air tidak sedalam Henan. Akan tetapi, wilayah bencana di Shanxi lebih besar daripada di Henan .

 Hao Nan menunjukkan bahwa banjir di seluruh negeri terjadi pada tahun ini.  Bencana berskala besar di daerah aliran sungai telah terjadi tiga kali.

Baru-baru ini, terjadi banjir di banyak tempat di Provinsi Shanxi. Gambar tersebut menunjukkan lokasi bencana banjir di Kota Jinzhong, dengan warga yang berjalan di tengah banjir. (STR/AFP via Getty Images)

Dana yang Diberikan Pemerintah Hanya Cukup Beli Air Mineral dan Mie Instan 

The Epoch Times melaporkan bahwa Wang Hui (nama samaran), seorang penduduk desa di Kabupaten Jishan, Provinsi Shanxi, mengatakan bahwa pada saat kejadian, kabupaten tersebut tak siap memerintahkan orang-orang untuk evakuasi. Bahkan, penduduk desa tak mengetahui sama sekali tentang banjir. Akibatnya, warga  sendiri yang harus mengatasi banjir dan mengevakuasi diri secara mandiri. Ia mengatakan, pemerintah dan aparat setempat tidak ada yang peduli tentang banjir itu. 

 “Kabupaten tak memberi kami rencana apa pun. Kami juga sedang terburu-buru. Ada peralatan pompa, tetapi tidak ada cara untuk memompa air. Tidak ada tempat untuk mengalirkan air,” ujarnya. 

Pada 9 Oktober, situs resmi Departemen Keuangan Provinsi Shanxi mengklaim  mengalokasikan 50 juta yuan untuk bantuan bencana.  Netizen mempertanyakan dengan menulis : “1,75 juta orang terkena dampak, dan 50 juta dana khusus dialokasikan, ditambah personel bantuan bencana, uang tersebut hanya cukup untuk mie instan dan air bersih selama dua hari?”

Selain itu, konferensi pers di Kota Jinzhong, Provinsi Shanxi melaporkan pada 10 Oktober bahwa 661.000 orang terkena dampak banjir lokal dan 46.000 orang dipindahkan. Wilayah yang terkena dampak pertanian mencapai lebih dari 50 ribu hektar, 43.000 rumah, 4.175 jalan, jembatan dan gorong-gorong rusak. 

Seorang penduduk desa di Kotapraja Liangjian, Kabupaten Lingshi, Kota Jinzhong mengatakan kepada China News Weekly bahwa,  tugas yang paling mendesak sekarang adalah membersihkan jalan sehingga tenda, pakaian hangat, obat flu, jas hujan dan sepatu bot hujan dapat dibawa dikirim. Daerah setempat ” terlalu dingin” dan Tubuh tak kuat” untuk menghadapi suhu dingin.  (hui)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments