Erabaru.net. Jika Anda pernah ke Jepang atau memiliki sedikit pemahaman tentang beberapa kebiasaan orang Jepang, Anda akan tahu bahwa wanita Jepang lebih memilih tidur di lantai ketimbang ranjang yang empuk. Apa alasannya ? Tentu saja ada alasannya, bahkan tidak hanya satu.

Berikut adalah rangkuman alasan mereka yang bisa saja membuat Anda tidak percaya adanya.

Pertama masalah geografis Jepang yang istimewa, karena Jepang adalah negara kepulauan kecil dan terletak di pertemuan antara dua lempeng besar, sehingga rawan terjadi gempa bahkan frekuensinya relatif tinggi. Itu merupakan alasan utama mengapa rumah mereka dibuat dari kayu bukan beton seperti rumah kita.

Rumah kayu jelas lebih ringan jika dibandingkan dengan rumah beton, sehingga penghuni rumah bisa merasa lebih aman dan tidur lebih nyenyak di dalamnya. Sedangkan tidur di lantai membuat mereka lebih cepat keluar rumah saat gempa terjadi.

Selain faktor tersebut, sedikit banyak kebiasaan orang Jepang masih ada kaitannya dengan kebiasaan orang-orang di daratan Tiongkok. Apalagi pada zaman kuno, beberapa dinasti di Tiongkok berkembang cukup baik, memiliki wilayah yang luas dengan sumber daya yang melimpah, jelas lebih baik daripada kondisi Jepang pada masa itu.

Pada masa itu Jepang belum berkembang seperti sekarang. Banyak orang Jepang yang datang ke daratan Tiongkok untuk belajar, bagaimana pun juga Tiongkok adalah negara tetangga Jepang dengan kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga lainnya.

Ranjang atau tempat tidur itu baru mulai dikenal di Tiongkok pada masa Dinasti Tang. Sebelumnya orang duduk maupun tidur di lantai. Bahkan ranjang itu pun bukan berasal dari Tiongkok, tetapi negara lain.

Ranjang baru benar-benar populer dipakai oleh setiap rumah di daratan Tiongkok pada masa Dinasti Song. Jadi ketika utusan dari Jepang datang ke Tiongkok untuk belajar, mereka pun belum mengenal ranjang. Jadi setelah mereka melihat orang di Tiongkok semua tidur seperti itu, mereka lalu menirunya.

Namun, pada saat itu karena faktor-faktor tertentu, sebagian besar bangunan di Jepang berukuran relatif pendek. Bahkan jika kemudian diketahui bahwa adanya ranjang dengan ukuran dan bentuknya, orang Jepang masih enggan menggunakan ranjang. Untuk duduk saja di ranjang rasanya tidak nyaman, karena tidak bisa duduk dengan punggung tegak, ini kira-kira alasan mereka.

Meskipun tingkat ekonomi telah jauh membaik, tata ruang juga berubah, konstruksi bisa dibuat agar nyaman untuk duduk-duduk di atas ranjang, tetapi sebagian besar orang masih memilih tidur di lantai, mungkin karena semacam sentimen.

Selain itu dalam benak mereka masih merasa bahwa cara tidur ini adalah yang paling nyaman, karena bisa hemat tempat, bisa langsung dijadikan ruang tamu kecil atau semacamnya begitu bangun tidur, tinggal menggulung kasur, melipat selimut.

Apalagi zaman sudah maju, Jepang sendiri bisa menciptakan jenis pemanas ruang atau peralatan elektronik lain yang dipasang di bawah lantai, sehingga mereka tidak akan kedinginan untuk tidur di atas lantai pada saat musim salju. Dengan demikian kebiasaan itu terus berlanjut.(sin/yn)

Sumber: aboluowang

Share

Video Popular