Epidemi Mengamuk! Banyak Penerbangan Dibatalkan Hingga Kasus di Tiongkok Terus Memanas

Seorang petugas medis sedang mengambil sampel swab dari seorang warga untuk diuji virus corona Covid-19 di kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, pada 25 Desember 2021. (STR/AFP via Getty Images)

Liu Haiying dan Mingyu 

Situasi epidemi global. Pada Sabtu (25/12), tidak termasuk daratan Tiongkok, hampir 279 juta orang di seluruh dunia telah didiagnosis dengan COVID-19, dan lebih dari 5,39 juta orang telah meninggal. Inggris dan Prancis memecahkan rekor sehari kasus yang dikonfirmasi. Gelombang baru epidemi telah menyebabkan maskapai penerbangan besar membatalkan penerbangan Natal, dan United Airlines dan Delta Airlines telah membatalkan lebih dari 200 penerbangan Malam Natal. Situasi  COVID-19 di Tiongkok kembali memanas.

Pada saat yang sama, karena pengetatan peraturan pencegahan epidemi di Bandara Pudong Shanghai, Tiongkok, maskapai Taiwan harus menyesuaikan atau membatalkan penerbangan. Banyak penumpang Taiwan yang kembali ke rumah untuk merayakan Tahun Baru Imlek terpengaruh. 

Epidemi di daratan Tiongkok terus berkecamuk. Situasi epidemi di Xi’an, Shaanxi di luar kendali, dan saat ini ada 112 daerah berisiko sedang dan tinggi di kota itu. 

Pada 24 Desember, 26 pejabat Xi’an telah dihukum karena apa yang disebut “pencegahan epidemi yang tidak efektif.” Namun, warga sipil tidak merasa puas, mempertanyakan media resmi tentang melalaikan tanggung jawab mereka.

Situasi epidemi di banyak provinsi di Tiongkok daratan memanas, hingga 25 Desember, telah terjadi 12 daerah berisiko tinggi dan 146 daerah berisiko sedang, yang menyebar setidaknya 13 provinsi atau daerah otonom, kotamadya dan 20 kota.

Menurut Komisi Kesehatan partai Komunis Tiongkok pada 25 Desember, ada 255 kasus yang dikonfirmasi di Xi’an dalam 15 hari terakhir. Pada 24 Desember, Xi’an menambahkan 41 wilayah berisiko sedang. Sejauh ini, kota tersebut memiliki 112 wilayah berisiko sedang dan tinggi.

Saat ini, rantai transmisi Xi’an telah menyebar ke 5 provinsi, kota, dan 7 tempat di Shaanxi, Guangdong, Beijing, Henan, dan Shanxi.

Xi’an pada 24 Desember, mengatakan bahwa epidemi lokal telah menyebar di masyarakat, dan strain mutan Delta yang menyebabkan epidemi sangat menular dan menyebar dengan cepat. Xi’an saat ini sedang ditutup untuk pengendalian.

Selain itu, di internet beredar Xi’an juga telah terkena “demam berdarah”, dan banyak warga setempat telah tertular penyakit tersebut atau meninggal dunia. 

Beberapa orang di Xi’an mengatakan kepada NTDTV bahwa pada 25 Desember,  epidemi lokal di luar kendali, kota ditutup pada 22 desember, dan penduduk dilarang masuk dan keluar distrik yang mereka huni.

Zhao, seorang warga Xi’an mengungkapkan, sekarang lingkungan pemukiman ditutup. Kini, warga di lingkungan pemukiman biasa tidak bisa keluar. Orang-orang  dikirim oleh pemerintah untuk bertugas di lingkungan ini. Putaran ketiga pengujian (asam nukleat) telah berakhir . Jalan-jalan di sini semuanya kosong. Pintu-pintu rumah di jalanan semua tertutup. Setelah semua tes selesai, ada banyak kerugian, dan tekanannya juga sangat tinggi. Sekarang kota itu telah ditutup selama tiga hari, belum sepenuhnya terlihat apa-apa.”

Warga setempat melaporkan bahwa seluruh kota ditutup dan jalanan ditutup serta truk tidak bisa masuk. Hal ini menyebabkan kenaikan harga yang tajam, dan harga sayuran melonjak. Sayuran naik menjadi tiga puluh atau empat puluh yuan.

Wang, seorang warga Xi’an: “Persediaan berkurang, dan tidak ada makanan sekarang. Makanan juga sangat sedikit. Jalan-jalan diblokir di mana-mana. Sekarang tidak ada apa-apa, dan makanan dapat tidak bisa diangkut. Mobil yang membawa makanan dan perbekalan semua ada di jalan raya. Jalannya berputar-putar, tidak ada jalan yang dibuka, semua diblokir, tidak ada yang peduli sama sekali. Pasar banyak yang tutup, dan perempatan juga tutup. Sekarang sangat sulit untuk membeli barang-barang.”

Dari 24 Desember hingga 3 Februari 2022, Bandara Pudong Shanghai di Tiongkok memerlukan desinfeksi yang ditingkatkan setelah penerbangan tiba.  Bahkan seluruh awak kabin perlu ditangani dengan “test” COVID-19.

Menanggapi hal ini, maskapai Taiwan, China Airlines dan Evergreen Airlines, menanggapi penyesuaian dan pembatalan penerbangan untuk bekerja sama dalam proses tersebut.

Saat ini, EVA Air dan Uni Air telah menangguhkan penumpang pada penerbangan dari Songshan dan Kaohsiung ke Bandara Pudong, dan penerbangan kembali akan lepas landas dan mendarat secara normal. Penerbangan China Airlines antara Songshan, Taoyuan dan Kaohsiung ke dan dari Bandara Pudong masih dipertahankan.

Saat tahun baru mendekat, Beijing sekali lagi menganjurkan agar orang merayakan festival di tempat, dan mengharuskan “perayaan ditunda dan pemakaman sederhana.” Pertemuan keluarga tidak boleh lebih dari 10 orang.

Kota Shenzhen mengumumkan pada 24 Desember, bahwa mereka telah menemukan 3 kasus yang dikonfirmasi dari Omicron. Sejauh ini, Omicron telah menginvasi 5 provinsi dan kota di daratan Tiongkok. Ada kasus infeksi komunitas virus Omicron di Guangzhou.

Secara internasional, karena epidemi, setidaknya 4.600 penerbangan telah dibatalkan di seluruh dunia selama liburan Natal tahun ini.

Menurut statistik dari situs pelacakan penerbangan FlightAware, pada Jumat Malam Natal, setidaknya 2.401 penerbangan dibatalkan di seluruh dunia.  Hampir 10.000 penerbangan ditunda. Pada Hari Natal, sebanyak 2.298 penerbangan lainnya di seluruh dunia telah dibatalkan. Amerika Serikat menyumbang lebih dari seperempat dari semua penerbangan yang dibatalkan.

Inggris menambahkan lebih dari 122.000 kasus yang dikonfirmasi pada hari Jumat, memecahkan rekor.

Karena isolasi diri dari sejumlah besar pekerja yang dikonfirmasi, banyak industri dan jaringan transportasi menghadapi kekurangan tenaga kerja. Rumah sakit juga memperingatkan bahwa  dapat membahayakan keselamatan pasien.

Studi terbaru menunjukkan bahwa dibandingkan dengan varian sebelumnya, Omicron menyebabkan tingkat rawat inap yang lebih rendah, tetapi pejabat kesehatan tetap berhati-hati tentang prospeknya.

Prancis sekali lagi mencatat rekor kasus yang dikonfirmasi pada Jumat 24 Desember, dengan lebih dari 94.000 kasus yang dikonfirmasi dalam sehari.  Sedangkan jumlah rawat inap mencapai angka tertinggi dalam tujuh bulan. Pihak berwenang akan mengadakan pertemuan khusus tentang pencegahan epidemi. Pembatasan baru mungkin akan diterapkan. (hui)

Sumber : NTDTV.com