Di Hari Ulang Tahunku Ibu Mertua Memberi Sebuah Tas yang Tampak Kuno dan Murahan, Aku Menaruhnya di Gudang, Saat Menemukan Isinya, Aku pun Kaget

Erabaru.net. Sebelum kami menikah, orangtua telah membelikan apartemen untuk kami, dan juga meminta kami untuk tidak tinggal bersama mertua setelah kami menikah. Saat itu, suamiku tidak setuju, tetapi aku sudah terbiasa tinggal di kota besar dan tidak ingin tinggal di daerah kecil, jadi suamiku akhirnya menyetujui permintaan ibuku.

Apartemen yang dibeli ibuku memiliki dua kamar tidur, dan ruang tamu, kamar tidur utama dan kamar bayi. Apartemen orangtuaku juga berada di komunitas yang sama dengan kami, tapi di lantai bawah.

Setelah menikah, ibuku datang ke rumahku pada jam 6 setiap pagi, dan makan tiga kali sehari di rumahku. Karena suamiku memasak dengan enak, suamiku pada dasarnya memasak untuk sarapan dan makan malam.

Kemudian, ketika aku hamil, suamiku juga melakukan pekerjaan rumah. Pada siang hari, dia bekerja sepanjang waktu. Orangtuaku merekomendasikan bisnis kepadanya, tetapi dia bilang dia tidak sempat melakukannya. Aku juga tahu dia akan sangat lelah jika dia harus menjalankan bisnis di siang hari dan pulang memasak di malam hari.

Setelah aku hamil, ibu mertuaku datang membawa beberapa toples sayuran, beberapa sayuran hijau, beberapa pakaian yang dikenakan suamiku empat atau lima tahun yang lalu, dan beberapa ayam dan bebek.

Suamiku meminta aku untuk membujuk ibuku untuk pulang, tetapi ibuku mengatakan bahwa banyak teman ayahku yang akan datang ke rumah.

Ibuku masih dengan sopan berkata kepada ibu mertuaku: “Jeng, kamu bisa tidur sekamar denganku malam ini, dan saya akan mengaturna besok.”

Ibu mertuaku buru-buru berkata: ” Saya tidur di sofa saja, karena besok pagi saya harus buru-buru pulang, karena banyak hal yang harus saya urus.”

Pada pukul lima keesokan paginya, ibu mertua saya bangun, mengemasi barang-barangnya dan pulang.

Setelah itu, ibu mertuaku mungkin mengira bahwa aku tidak suka dia datang untuk tinggal bersamaku, jadi dia tidak pernah datang ke rumah lagi.

Sejujurnya, aku hanya tidak tahu bagaimana bergaul dengan ibu mertua, jadi aku juga tidak ingin tinggal bersamanya.

Setelah aku melahirkan putraku, ibu mertuaku ingin merawatku, tetapi aku menolak. Karena ibuku sudah menyewa pengasuh untukku, tetapi suami saya mengatakan dia tidak punya uang dan tidak mampu untuk menggajinya. Pada saat itu, ibuku mengambil 5.000 yuan dari jaketnya dan melemparkannya ke meja.

Sebenarnya, ibuku telah menyiapkan uang itu secara khusus, tetapi ibuku sedikit tidak senang ketika suamiku keberatan dengan pengaturannya. Namun, suamiku sangat marah, dia merasa dihina, dan dia tidak menyentuh 5.000 yuan.

Sampai anakku hampir berusia dua tahun, aku hampir tidak pernah membawanya pulang ke rumah mertuaku. Karena semua orang tahu bahwa rumah-rumah di pedesaan sudah sangat tua, banyak lalat dan nyamuk, yang sangat tidak baik untuk anak-anak.

Selama Tahun Baru Imlek, dia ingin pulang ke rumah orangtuanya tapi saya tidak mengizinkannya.

Saat ulang tahunku, tahun ini, tiba-tiba ibu mertuaku datang. Begitu ibu mertua masuk, dia duduk di sofa dan mengeluarkan tas wanita dan memberikannya kepadaku.

Dia berkata: “Selamat ulang tahun menantuku.”

Aku melihat tas itu yang terlihat sangat kotor, dan model tas itu juga sangat kuno. Aku berpikir ibu mertuaku membelinya di pasar dengan harga paling banyak beberapa ratus ribu. Biasanya tas yang ibuku belikan untuk aku harganya jutaan.

Aku hendak mengulurkan tangan untuk mengambilnya, tapi ibuku mengambilnya. Aku tidak ingin terlalu menyakiti mertuaku, jadi kau mengambilnya dari tangan ibuku.

Setelah membawanya ke kamar, aku berbalik dan meletakkannya langsung di gudang. Bagaimanapun, tas itu sama sekali tidak cocok dengan gayaku, dan tidak mungkin bagiku untuk menggunakannya.

Setelah makan malam hari itu, ibu mertuaku buru-buru pulang dan mengatakan bahwa ada tamu lain di rumah.

Kali ini, suamiku marah dan berkata kepada ibuku: “Bu, apa maksudmu, setiap kali ibuku datang, kamu membiarkannya tidur di sofa. Aku menikahi putrimu. Meskipun kamu memberi kami rumah, itu tidak berarti bahwa Anda bisa seenaknya !”

Ibuku jelas terkejut, dia membuat alasan untuk mengatakan bahwa pompa di rumah rusak, jadi dia datang untuk meminjam kamar mandi. Hari itu, setelah ibuku mandi, dia tidak kembali ke rumahnya dan ibu mertuaku yang berinisiatif untuk tidur di sofa.

Di pagi hari, aku bangun sekitar jam sembilan. Ketika aku bangun, aku menemukan bahwa mertuaku sudah pergi.

Setelah aku menelepon suamiku, dia mengatakan bahwa ibunya pulang pagi-pagi. Ternyata kali ini mertuaku datang untuk merayakan ulang tahunku dan karena rumahnya terdampak proyek dan dia tidak memiliki tempat tinggal lagi. Dia memberikan uang Rp 1,5 miliar dari ganti rugi rumahnya kepada kami dan berharap kami bisa membeli rumah yang lebih besar dan dia bisa tinggal bersamaku.

Aku tidak menyangka tas wanita yang aku taruh di ruang penyimpanan, ada kartu ATM di dalamnya. Setelah suamiku memeriksanya, benar-benar ada Rp 1,5 miliar.

Sekarang, untuk sementara waktu ibu mertuaku tinggal di rumah paman suamiku, dan suamiku akan membeli rumah yang lebih besar dari uang itu, untuk kami tinggali bersama dengan mertuaku.(lidya/yn)

Sumber: ezp9