Jika Anak Anda Memiliki ‘3 Kebiasaan Buruk’ Ini, Jangan Menganggap Mereka Anak Nakal, Bisa Jadi Mereka Adalah Anak Jenius

Erabaru.net. Banyak orangtua yang menganggap anaknya terlalu aktif, mereka tidak bisa duduk diam dan selalu energik, tidak pernah terlihat lelah, apalagi saat keluar untuk bermain, mereka benar-benar tidak tahu bagaimana caranya untuk mendisiplinkan mereka.

Dalam proses tumbuh kembang anak sebaiknya orangtua memperhatikan lebih seksama, karena beberapa perilaku anak belum tentu destruktif, bisa jadi sudah berkembang ke tahap kreativitas. Orangtua dapat memanfaatkan waktunya untuk membantu anak meningkatkan kemampuan awal dan kecerdasannya, yang akan bermanfaat bagi perkembangan anak.

Memiliki ‘anak yang baik’ di rumah adalah hal yang menyenangkan, tetapi memiliki ‘anak aktif’ di rumah tidak selalu berarti buruk, itu bisa menjadi hal yang baik.

Secara khusus, jika ‘anak aktif’ Anda memiliki salah satu dari tiga manifestasi berikut, itu mungkin karena IQ anak tinggi atau punya bakat khusus.

  1. Suka mencoret-coret tembok di rumah

Banyak anak memiliki masalah dengan grafiti sejak usia dini, dan mereka terutama suka mencoret-coret pakaian ibu mereka, dinding di rumah, atau di kertas kerja ayah mereka.

Beberapa orangtua akan menghentikan anak-anak mereka ketika mereka mulai mencoret-coret.

Namun nyatanya, menghentikan ‘kebiasaan buruk’ ini mungkin bukan yang terbaik untuk tumbuh kembang anak. Karena pikiran anak-anak selalu yang paling berharga, mereka meninggalkan kenangan berharga ini melalui lukisan, dan jika orangtua menghentikannya, itu dapat mempengaruhi mereka untuk menjadi jenius sampai batas tertentu.

Picasso dan Shakespeare suka mencoret-coret sejak kecil, dan selalu suka meninggalkan jejak di sekitar kehidupan mereka.

Anak-anak yang suka mencoret-coret memiliki imajinasi yang lebih baik daripada orang biasa dan cocok untuk pengembangan kreasi sastra dan seni.

  1. Anak cerewet yang selalu suka bertanya kenapa

Saya yakin beberapa anak suka bertanya mengapa, mengulangi hal yang sama berulang-ulang, dan biasanya orangtua akan merasa jengkel.

Dan ketika mereka tiba di sekolah, mereka akan mengobrol tanpa henti dengan teman sekelasnya di kelas.

Padahal, ada bagusnya anak-anak suka berbicara dan bertanya, artinya mereka penuh rasa ingin tahu tentang dunia dan ingin menjawab semua keraguan mereka.

Faktanya, tipikal orang ber IQ tinggi memang seperti ini, seperti Edison, Einstein, dan ilmuwan lainnya.

Ketika orangtua menemukan bahwa anak-anak mereka memiliki kebiasaan seperti itu, tolong jangan memarahi mereka, namun tetap berkomunikasi dengan mereka dengan baik, mengajari mereka keterampilan berbicara, dan mencoba yang terbaik untuk menjawab pertanyaan mereka, jadi bahwa mereka dapat menyerapnya secara maksimal semua jenis informasi menjadi kemampuan mereka sendiri!

  1. Suka memberi perintah pada orang lain

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa mereka sedikit arogan, sedikit sombong, dan sedikit merasa benar sendiri, tetapi kebiasaan buruk seperti itu adalah “kepemimpinannya”.

Bersama-sama mereka mempelajari konsep yang benar, “metode dan sikap seperti apa yang dapat kita gunakan untuk memimpin orang lain dengan cerdas dan membantu orang lain”.

Dan ketika anak itu perlahan-lahan dibimbing ke arah yang benar, dia akan berubah dari anak yang somgong menjadi pemimpin yang bijaksana.

Kesimpulannya, ketika anak memiliki kebiasaan buruk, orangtua tidak boleh terlalu berkecil hati dengan anak.

Orangtua harus mendorong, memelihara dan membimbing anak-anak mereka. Ketika anak tumbuh di masa depan, ‘kekurangan’ ini bisa jadi adalah kelebihannya!(lidya/yn)

Sumber: goez1