Ibu Mertua 55 Tahun Melahirkan Seorang Anak, Suamiku Mengadopsi Anak Itu, 6 Tahun Kemudian, Kebenaran Membuat Aku Minta Cerai

Erabaru.net. Laki-laki yang berperan sebagai tulang punggung keluarga harus bersikap jujur dan terbuka, agar Istri di rumah juga yakin bahwa dia dapat memberikan contoh yang baik untuk anak-anaknya dan bahwa keluarga dapat hidup bahagia.

Aku dan suamiku berasal dari desa, kami mengandalkan usaha sendiri untuk masuk perguruan tinggi, setelah lulus kuliah, kami bekerja di kota dan kebetulan di gedung yang sama, dan kami sering bertemu ketika kami bekerja. Suatu hari, suamiku tiba-tiba meminta nomorku, karena aku merasa dia orang yang cukup baik jadi aku memberikan nomorku.

Setelah itu, dia sering mengirimkan pesan, dan mengajak aku keluar untuk makan malam. Aku merasa sepertinya dia menyukai saya. Setelah mengenalnya lebih jauh, aku pun merasa dia orang yang baik dan dapat diandalkan.

Di hari ulang tahunku, suamiku memberi aku hadiah yang sangat istimewa, sebuah buku catatan. Dalam buku catatan itu mencatat kisah perjalanan suamiku jatuh cinta kepadaku. Setelah membacanya, aku merasa sangat tersentuh. Aku merasa bahwa suamiku adalah orang yang sangat tulus, jadi aku berjanji untuk tetap bersamanya.

Setelah kami tinggal bersama, suamiku membawa aku ke kampung halamannya di pedesaan.Ayah suamiku sudah meninggal dan hanya tinggal ibunya.

Ibu suamiku memperlakukan aku dengan sangat baik, dia memasak banyak makanan untuk kami. Merasa semuanya berjalan dengan baik, aku pun memutuskan untuk menikah.

Setelah setahun menikah, aku hamil, dan suamiku memperlakukan aku dengan sangat baik. Dia masak makanan enak untukku setiap hari. Tetapi, setelah beberapa saat, suamiku sangat sibuk, dia sering mengatakan kepadaku bahwa dia harus bekerja lembur, dan kadang-kadang keluar kota.

Karena aku tahu tidak mudah berjuang di tempat kerja, jadi aku tidak pernah mengeluh kepada suamiku.

Kemudian bayi kami lahir, itu adalah seorang gadis kecil yang sangat lucu, tetapi aku menemukan bahwa suamiku terlihat tidak begitu senang. Aku bertanya kepada suamiku apa yang terjadi?

Suamiku selalu tidak mengatakan apa-apa. Namun, satu hari suamiku memberi tahu aku bahwa ibunya telah memiliki seorang kekasih dan ibunya hamil. Beberapa hari sebelum anak itu lahir, dia dan ibunya tidak tahu harus berbuat apa.

Jika orang lain mengetahui ibunya telah melahirkan anak pada usia ini, itu akan menjadi bahan tertawaan semua orang, jadi suamiku ingin mengambil anak itu untuk merawatnya dan mengatakan kepada semua orang bahwa mereka memiliki anak kembar.

Suamiku meminta aku untuk tidak memberitahu ibunya karena takut ibunya tidak setuju, aku pikir itu aneh, karena aku tahu ibu mertuaku adalah orang yang baik, aku menjawab ya.

Hari-hari yang sibuk selalu berlalu dengan sangat cepat, anak itu berusia enam tahun. Suatu hari, tiba-tiba ibu mertuaku datang ke rumah untuk bermain. Aku bertanya kepada ibu mertua tentang anak itu, dan ibu mertuaku terkejut, dia berkata kepadaku, dia tidak punya kekasih dan tidak mungkin memiliki anak di usia seperti ini.

Karena ibu mertuaku berkata begitu, saya tiba-tiba menyadari bahwa tidak heran bahwa dua anak itu wajahnya seperti sama, pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh suamiku.

Setelah suamiku kembali, setelah aku desak, suamiku mengatakan yang sebenarnya. Ketika aku tahu ternyata anak itu adalah anak suamiku, dia telah selingkuh. Wanita itu tidak ingin membesarkan anak, jadi suami saya mengambil anak itu.

Mengetahui semua ini, aku tidak dapat menahan rasa sakit hatiku, jadi aku mengajukan cerai dari suamiku. (lidya/yn)

Sumber: hker.life/