Karena Tidak Ada yang Mengganggu Setelah Kakaknya Sekolah, Dia Merasa Kesepian di Rumah, dan Karena Bosan Tidur di Sembarang Tempat

Erabaru.net. Orangtua dengan dua anak di rumah mungkin sering merasakan hal ini: Ketika dua anak bersama, sering ada pertengkaran, tetapi setelah dua anak dipisahkan, mereka sangat merindukan satu sama lain. Harus kita akui bahwa di antara anak-anak ada hubungan yang terlalu misterius.

Beberapa hari yang lalu, seorang ibu dari dua mengambil gambar anak keduanya yang sedang tidur dan mempostingnya di Internet, yang membuat warganet keheranan, yang menyebut adik laki-laki ini sangat menyedihkan.

Sang ibu mengatakan bahwa dia memiliki 2 anak, perempuan dan lali-laki. Dua anaknya ini setiap hari selalu ribut. Selama kakak perempuan ada di rumah, yang andik laki-lakinya selalu ditindas. Karena perbedaan usia dan tubuh, baik saat berebut mainan atau makanan lezat, kakak perempuan selalu yang lebih superior, dan adik laki-laki yang selalu kalah, dan sering mengadu kepada ibunya sambil menangis.

Dan ketika kakak perempuan sedang dalam suasana hati yang buruk, dia akan melampiaskan amarahnya pada adik laki-laki yang malang, sehingga adik laki-laki selalu merasa bahwa selama kakak perempuan ada di rumah, dia akan sangat sedih.

Akhirnya ketika kakak perempuan sudah sekolah. Sang adik menjadi ‘raja’ di rumah. Pada awalnya, dia memiliki kehidupan yang sangat nyaman, karena dia dapat bermain apa pun yang dia inginkan, dan tidak ada yang mengganggunya.

Namun, dalam beberapa hari kemudian, dia mulai merasa bosan, dan akan tidur di sembarang tempat.

Banyak juga netizen yang memiliki perasaan yang mendalam tentang hal ini, dua anak dalam keluarga ini meskipun mereka selalu ribut saat bersama, tetapi ketika mereka berpisah saling merindukan, dan mereka tidak tertarik untuk bermain apa pun.

Padahal, dalam keluarga dengan dua anak, sangat penting bagi orangtua untuk mengkoordinasikan hubungan antara kedua anak untuk mengembangkan keterampilan sosial yang baik.

  1. Jaga agar dua anak tetap berhubungan

Banyak orangtua memiliki kesalahpahaman tentang menginginkan anak kedua, yaitu

dengan sengaja menjauhkan kedua anak itu dari kontak adalah pilihan yang tidak bijaksana,

Sebelum anak kedua lahir, orangtua dapat memberi tahu anak pertama bahwa anak kedua merupakan hadiah untuk mereka.

Setelah anak kedua lahir, anak pertama juga dapat memiliki keinginan untuk melindungi dan merawat adiknya.

  1. Menanamkan ide persatuan pada anak

Saya percaya bahwa masalah yang paling menyusahkan bagi kebanyakan orangtua dengan dua anak adalah kurangnya persatuan di antara kedua anak tersebut, yang diharapkan oleh orangtua adalah agar kakak beradik bisa saling mencintai.

Konsep anak dapat ditanamkan oleh orangtua, misalnya orangtua dapat menularkan ide “solidaritas” kepada anak-anaknya dengan cara mendongeng kepada anaknya atau dengan memberi contoh secara langsung.

Orangtua harus membiarkan anak-anak mereka memahami bahwa hanya ketika saudara laki-laki dan perempuan bersatu, seluruh keluarga akan lebih lengkap dan lebih bahagia.

  1. Orangtua tidak boleh pilih kasih

Dalam keluarga dengan dua anak, pantangan terbesar bagi orangtua adalah keberpihakan. Kedua anak adalah sama. Sebagai orangtua, pertama-tama, kita harus menunjukkan sikap yang benar, dan tidak memperlakukan anak secara berbeda karena jenis kelamin atau usia mereka. Siapapun anak itu, saat berbuat salah, kritikan harus diberikan orangtua

Setelah ada dua anak dalam keluarga, tentu saja akan ada lebih banyak tawa , tetapi tidak dapat dihindari bahwa akan ada pertengkaran terus-menerus. Orangtua harus membimbing dan mendidik secara rasional, memahami titik keseimbangan, dan meningkatkan hubungan saudara di antara kedua anak. (lidya/yn)

Sumber: hker.life