Ayah Berpikir Putranya Terlalu Tampan dan Melakukan Tes DNA, Hasilnya Membuatnya Menceraikan Istrinya, Saat Istrinya Melakukan Tes, Kebenarannya Terungkap

Erabaru.net. Banyak orangtua ingin anak-anaknya mewarisi gen yang baik dan tumbuh untuk dapat mencapai sesuatu. Tetapi sekarang, mereka menemukan bahwa anak-anak mereka semakin berbeda dari diri mereka sendiri, dan tidak ada persamaan sekali. Apa yang terjadi ?

Beberapa waktu yang lalu, seorang pria dan istrinya hidup dengan sangat baik, dan mereka juga memiliki seorang putra tetapi mereka menemukan bahwa putranya sangat tampan, dibandingkan dengan wajah ayahnya, anaknya tidak memiliki kesamaan apa pun. Dalam kemarahan, sang ayah memutuskan untuk menceraikan istrinya.

Menurut laporan, pria bermarga Wang itu menjalani kehidupan yang baik, tetapi ketika dia melihat putranya semakin dewasa, dia merasa ada sesuatu yang salah. Jadi dia diam-diam melakukan tes paternitas dan mengetahui bahwa putranya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan dirinya.

Meskipun istrinya dengan tegas menyangkalnya, dia tidak dapat memberikan penjelasan sama sekali. Pada akhirnya, dibawa tekanan yang kuat, istrinya tidak punya pilihan selain setuju untuk bercerai.

Namun, Wang masih tidak terima, dalam keadaan marah, dia memutuskan untuk meminta istrinya juga melakukan tes DNA dengan putranya, ternyata istrinya juga tidak memiliki hubungan darah.

Seluruh keluarga tercengang, anak yang mereka asuh selama 29 tahun bukan milik mereka!

Putranya yang kini berusia 29 tahun, Wang Ye, merasa sulit untuk menerima pengalaman hidupnya, dan situasinya di rumah juga sangat memalukan.

Ibunya bertanya-tanya apakah anaknya tertukar di rumah sakit, jadi dia melapor polisi untuk menyelidiki dan menuntut rumah sakit.

Belakangan diketahui ada lebih dari 100 anak yang dirawat di rumah sakit saat itu. Oleh karena itu, pihak rumah sakit diminta untuk melakukan tindak lanjut dan penanganan.

Tapi Wang khawatir dengan anak kandungnya sendiri, dia ingin tahu bagaimana keadaan putra kandungnya sekarang, dan berharap mereka yang memiliki masalah yang sama dapat membantu mereka.

Benar-benar mencengangkan, tidak heran anak itu tidak dapat diidentifikasi. Dan mereka baru mengetahuinya setelah 29 tahun lamanya.(lidya/yn)

Sumber: hker.life