Kakek Membawa Cucunya untuk Tes DNA untuk Membuktikan Menantu Perempuannya Selingkuh, Hasilnya Membuat Kakek Menggugat Cerai Istrinya, Mengapa ?

Erabaru.net. Dalam sebuah hubungan, untuk hubungan yang kokoh, pondasinya adalah saling kesetiaan. Begitu prinsip kesetiaan diucapkan, betapapun baiknya hubungan, tanpa kesetiaan itu akan rapuh.

Paman Wu (nama samaran) dan istrinya memiliki 2 anak, yang sulung seorang putra dan yang bungsu seorang putri. Sekarang putranya memiliki bisnis sendiri dan tinggal di kota bersama keluarganya, dan putrinya juga sudah memiliki keluarga sendiri.

Peristiwa besar dalam hidup pada dasarnya telah selesai. Paman Wu dan istrinya tinggal di rumahnya sendiri di pedesaan, hidupnya tidak hanya nyaman, tetapi juga sangat damai.

Agar bisa konsentrasi dalam usahanya, putranya mengirim cucunya ke rumah Paman Wu.

Paman Wu dan istrinya sangat senang untuk merawat cucunya.

Paman Wu sangat ketat dengan putra dan putrinya, tetapi dia sangat menyayangi cucunya.

Setiap hari, Paman Wu akan membawa cucunya keluar jalan-jalan, dan secara perlahan semua orang mengenal mereka.

Ketika mereka berjalan-jalan dan bertemu dengan penduduk desa lainya, mereka saling mengobrol dan membicarakan anak-anak mereka.

Saat itu ada penduduk desa yang berkata pada Paman Wu: “Wu, cucumu sama sekali tidak mirip denganmu!”

Pada awalnya, Paman Wu tidak peduli, dan itu hal yang normal bagi teman-teman lama untuk bercanda.

Tetapi, ketika ada terlalu banyak orang yang berbicara seperti itu, Paman Wu bergumam, dan diam-diam menatap cucunya, dia benar-benar tidak terlihat seperti dirinya sama sekali.

Karena rasa penasarannya semakin membebani pikirannya, Pam Wu diam-diam membawa cucunya ke kota untuk tes paternitas.

Meskipun dia dan cucunya bukan orangtua kandung, mereka masih memiliki hubungan darah.

Namun, hasil tes itu mengejutkan, cucunya tidak ada hubungannya sama sekali dengan Paman Wu, artinya cucu itu bukan cucunya sendiri, atau bukan putra dari putranya.

Setelah sampai pada kesimpulan ini, Paman Wu Tua tidak bisa duduk diam, dia membawa istri dan cucunya ke kota hari itu datang ke rumah putranya.

Paman Wu adalah orang yang mengutamakan moralitas, jika cucunya bukan miliknya, itu akan menjadi aib bagi keluarga, dan putra dan menantunya harus bercerai.

Putranya dan menantu perempuan pada awalnya dibuat bingung oleh Paman Wu, namun, akhirnya mereka mengerti, bahwak putra mereka bukan darah dagingnya.

Ketika putranya dan menantunya minta bukti, Paman Wu segera mengeluarkan barang bukti di sakunya dan meletakkan di meja.

Menantu perempuan tercengang ketika dia melihat hasil tes itu, tetapi dia tahu betul bahwa anak itu dia yang melahirkan, kecuali jika secara tidak sengaja putrinya tertukar di rumah sakit.

Untuk melihat kebenarannya, Paman Wu minta keluarganya melakukan tes paternitas. Jika terbukti bahwa mereka tidak memiliki hubungan darah dengan anak itu, itu adalah kesalahan. Jika itu adalah hasil lain, putra dan menantu perempuan harus bercerai.

Atas permintaan Paman Wu, putranya dan menantunya setuju untuk melakukan tes.

Setelah menunggu dengan cemas, mereka akhirnya mendapatkan hasilnya. Awalnya Paman Wu melihat hasil tes menantu perempuannya.

Namun, hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa menantu perempuannya memiliki hubungan darah dengan cucu. Dan kemudian melihat hasil tes putranya, dan dia juga memiliki hubungan darah dengan cucunya.

Melihat hasil ini, putranya dan menantunya sangat lega. Namun, Paman Wu, sangat heran degan hasil tes dirinya, mengapa dia tidak ada hubungan darah dengan cucunya.

Melihat hasil tes istrinya, istri Paman Wu memiliki hubungan darah dengan cucunya, artinya, kecuali Paman Wu, seluruh keluarga memiliki hubungan darah dengan cucunya.

Paman Wu tertegun, seolah tidak percaya apa yang terjadi dengan dirinya. Kemudian, ketika Paman Wu tersadar, dia berteriak ingin menceraikan istrinya.

Pada awalnya, Paman Wu mengira bahwa menantu perempuannya telah berselingkuh, tetapi dia tidak menyangka bahwa istrinyalah yang telah membohonginya selama ini.

Kemudian, mengumpulkan anak-anaknya untuk mengikuti tes lagi, putrinya memang anak Paman Wu, dan putranya adalah anak dari istrinya dan bukan dari anak Paman Wu.

Istri akhirnya mengakui apa yang terjadi. Saat itu dia punya pasangan, kemudian karena orangtuanya tidak setuju, mereka berpisah, dan kemudian dia menikah dengan Paman Wu.

Kemudian, ketika hubungan dengan Paman Wu tidak baik, dia bertemu dengan mantannya. Karena dorongan rasa rindu, dan hatinya sedang gundah, dia melakukan hubungan dengan mantannya, tetapi keduanya tidak pernah bertemu sejak saat itu.

Tetapi, dia tidak menyangka bahwa hubungan dengan mantannya itu akan membuatnya melahirkan putranya.

Jika Lao Wu tidak pergi untuk menguji dengan cucunya, istrinya tidak akan pernah berpikir bahwa putranya bukan darah dagingnya Paman Wu. Pada akhirnya, pria tua itu memilih untuk bercerai di pengadilan.

Anda harus setia pada hubungan Anda, dan Anda harus sejujur ​​mungkin antara suami dan istri. Hanya dengan cara ini Anda dapat membangun kepercayaan antara suami dan istri dan mengelola pernikahan Anda dengan lebih baik.

Jangan mengambil risiko, setelah kesalahan terjadi, kamu harus menghadapi kesalahan itu bukan menyembunyikannya.

Seperti kata pepatah: “Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, suatu saat baunya akan tercium juga.’ (lidya/yn)

Sumber: hker.life