Kota yang  Berpenduduk 9 Juta Jiwa di Tiongkok Di-Lockdown Saat Lonjakan Kasus  COVID-19

Seorang warga menjalani tes asam nukleat untuk COVID-19 di kota Changchun, Provinsi Jilin, pada 11 Maret 2022. (STR/AFP via Getty Images)

The Epoch Times

Pemerintahan Tiongkok pada Jumat (11/3) memerintahkan  kota Changchun di timur laut Tiongkok yang berpenduduk 9 juta jiwa di-lockdown di tengah lonjakan kasus baru COVID-19 di daerah yang dikaitkan dengan varian Omicron yang sangat menular.

Saat lockdown diterapkan di kota Changchun di timur laut Tiongkok, para penduduk harus tetap berada di rumah, di mana satu anggota keluarga diizinkan keluar rumah untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya setiap dua hari.

Semua penduduk harus menjalani tiga putaran pengujian massal, sementara bisnis yang tidak esensial telah ditutup dan jaringan-jaringan transportasi ditangguhkan.

Lockdown terbaru tesebut mencakup Yucheng di Provinsi Shandong di timur Tiongkok yang berpenduduk 500.000 jiwa, menunjukkan rezim  Tiongkok sedang menerapkan pendekatan yang kejam terhadap pandemi yang diterapkan dua tahun lalu, meskipun beberapa indikasi sebelumnya di mana pihak berwenang  menerapkan langkah yang lebih tepat sasaran.

Rezim Tiongkok melaporkan 98 kasus penularan lokal lainnya di Provinsi Jilin yang mengelilingi Changchun, sebuah pusat industri otomotif di Tiongkok. Di seluruh Provinsi Jilin, kasus COVID-19 telah melebihi 1.100 kasus sejak wabah pertama terbaru melanda akhir minggu lalu.

Hanya dua kasus yang dilaporkan di Changchun saja pada Jumat, sehingga total ada 78 kasus dalam beberapa hari terakhir.

Jumlah sebenarnya dari infeksi COVID-19 adalah sulit dibuktikan, karena rezim Tiongkok secara rutin menekan atau mengubah informasi.

Pihak berwenang berulang kali berjanji untuk menerapkan karantina di komunitas mana pun, di mana satu kasus atau lebih banyak kasus ditemukan di bawah pendekatan “tanpa toleransi” oleh rezim Tiongkok terhadap pandemi.

Pihak berwenang juga telah memerintahkan karantina sebagian di kota terdekat Jilin  yang menyandang nama yang sama dengan Provinsi Jilin dan jaringan-jaringan perjalanan yang terputus dengan kota-kota lain.

Di Jilin Agricultural Science and Technology University, para mahasiswa mengeluh di media sosial bahwa mereka yang diuji positif dikurung di perpustakaan kampus dan bangunan lainnya dalam kondisi buruk.

Kampus tersebut telah memindahkan lebih dari 6.000 orang untuk dikarantina, menurut CCTV, media penyiaran Tiongkok.

Gambar-gambar udara menunjukkan para mahasiswa dengan pakaian hazmat, berbaris dalam suasana dingin dan gelap sedang menunggu untuk dipindahkan. (Vv)