Setelah Aku Menikah, Ibuku Tiba-tiba Meminta Aku untuk Tidak Datang ke Rumah, Aku Merasa Ada yang Tidak Beres, Saat Aku Pulang dan Membuka Pintu, Aku Membeku

Erabaru.net. Aku anak kedua di rumah dan aku memiliki seorang kakak laki-laki. Ayahku meninggalkan kami dan menikah lagi dengan seorang wanita lain. Jadi ibuku membesarkan kami berdua sendirian.

Kakakku sangat bijaksana ketika dia masih kecil, ketika pulang sekolah, dia memulung untuk membantu keluarga.

Kakakku adalah satu-satunya mahasiswa di kompleks. Saat itu, jumlah mahasiswa masih sangat sedikit. Semua orang merasa bahwa ibuku sangat beruntung.

Kakak laki-lakiku sambil kuliah dia juga bekerja paruh waktu, yang membuat keluarga jauh lebih baik. Pada saat aku kuliah, kakakku sudah bekerja, jadi aku hidup jauh lebih nyaman daripada kakakku.

Aku punya pacar di perguruan tinggi dan keluarganya dari kelas pekerja, tetapi jauh lebih baik daripada keluarga kami. Dia mau tinggal bersama aku, dia juga menemani aku bekerja selama liburan. Dia melamarku ketika kita lulus, dan saya setuju. Aku berencana untuk menikah setelah kakak laki-lakiku menikah.

Satu tahun setelah aku lulus, kakak laki-lakiku menikah. Istri yang dinikahinya cukup cantik dan terlihat sangat baik. Aku berpikir kakakku diberkati memiliki istri yang begitu baik.

Setelah kakakku menikah, aku merasa tidak nyaman tinggal di rumah, jadi aku segera menikah dengan pacarku dan pindah ke rumahnya setelah jamuan makan.

Saat pertama kali datang ke rumah suamiku, aku sedikit tidak nyaman, karena aku harus tinggal bersama ibu mertua. Sehingga aku sering menyempatkan diri untuk pulang ke rumah orangtuaku untuk beristirahat sejenak.

Tetapi, sejak aku menikah, setiap kali aku kembali ke rumah orangtuaku, ibu selalu menyuruh aku cepat kembali ke rumah mertua, dan dia juga mengatakan kepadaku untuk jangan sering datang, bukan karena ibu mertuaku marah.

Dan aku tidak pernah melihat kakak dan iparku setiap kali aku pulang di siang hari, yang membuat aku merasa sedikit aneh.

Aku menceritakan keragu-raguanku kepada suamiku, dan suamiku mengatakan bahwa aku terlalu berlebihan. Tetapi aku masih merasa ada yang tidak beres dan berencana untuk mencari waktu yang tepat untuk pulang lagi.

Jadi, libur dan pulang ke rumah orangtuaku, berpikir bahwa kakakku dan istrinya pasti ada di rumah pada akhir pekan, jadi kami bisa ngobrol bersama di rumah.

Ketika aku tiba di rumah pada akhir pekan, saat aku baru saja memasuki teras aku mendengar kakak iparku membuat keributan di dalam rumah.

Ketika aku membuka pintu, aku terdiam. Kakak iparku sedang menceramahi ibuku. Dia berkata bahwa ibu saya tidak mencuci pakaiannya dengan bersih, dia bahkan tidak menyadari bahwa aku datang.

Aku baru mengerti mengapa ibuku melarang aku pulang, karena dia takut aku akan melihat ini dan bertengkar dengan saudara iparku.

Aku mendorong kakak iparku menjauh dan hampir membuatnya terhuyung-huyung. Dia menatapku dengan tatapan heran, dia mencoba untuk berunding denganku.

Aku membawa ibuku keluar dari rumah dan membawanya pergi, meninggalkan semua teriakannya.

Aku harus memberi tahu kakak laki-lakiku tentang ini. Lagi pula, ipar perempuanku tidak mengurus ibuku sama sekali.(lidya/yn)

Sumber: goez1