Ibu Mertua Sakit dan Tinggal Bersamaku, Setelah Ibu Mertua Kembali ke Rumahnya, Sikapnya kepadaku Membuat Aku Tercengang

Erabaru.net. Aku dan istriku telah menikah selama 5 tahun, dan kami memperlakukan satu sama lain dengan baik. Namun, kondisi keluarga istriku sedikit lebih buruk daripada keluargaku.

Ada banyak saudara di keluarganya, sehingga beban mertua sangat berat. Setelah istriku menikah dengan aku, dia sering mensubsidi keluarganya tanpa memberitahu aku. Dalam hal ini, aku menutup mata, bagaimanapun, tidak mudah bagi mertuaku, dan aku tidak tega dengan mereka.

Tahun lalu, ibu mertuaku jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit di kota kami. Dia tidak membicarakannya dengan kami saat itu, dia hanya mengatakan dia ingin tinggal di rumahku.

Walaupun istriku juga memiliki seorang kakak perempuan dan seorang adik perempuan, mereka semua sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri, kehidupan dan ekonomi mereka lebih baik dari aku. Tetapi mertuaku memberi tahu aku bahwa dia lebih nyaman tinggal di sini.

Istriku hanya diam, dan aku, sebagai menantu, aku tidak banyak bicara, dan hanya diam.

Awalnya aku agak keberatan, karena rumah mertuaku dan adik istriku jaraknya kurang dari dua kilometer. Tetapi mertuaku tetap tinggal di rumah kami, dan istriku tidak ingin orangtuanya menderita, jadi dia meminta aku untuk setuju.

Aku pikir, jika aku keberatan, aku tidak hanya akan menyakiti mertuaku. Setelah memikirkannya, aku pun setuju. Pada akhirnya, mertuaku tinggal di rumahku selama satu tahun.

Sejak itu, mertuaku benar-benar jauh lebih baik kepadaku. Saat aku dan istriku pulang ke rumah mertua, mereka memperlakukan aku seperti tamu, dan mereka tidak akan mengizinkan aku melakukan apa pun, dan mereka selalu mendiskusikan semua hal besar atau kecil dengan aku.

Istriku keberatan aku bermain kartu dan memberi batasan keuangan padaku. Namun, ibu mertuaku terkadang diam-diam memberi aku uang untuk bermain kartu.

Terkadang ayah mertuaku meminta aku untuk menemaninya bermain kartu di depan istriku.Istriku hanya bisa menutup mata atas tindakan ayahnya. Akhirnya, dia tidak membatasi uang aku lagi.

Dan yang lebih membuat aku terharu adalah ketika kami ingin pindah rumah, meskipun mertuaku tidak punya banyak uang, mereka masih memberi kami 50.000 yuan ( sekitar Rp 113 Juta ).

Ketika aku melihat buku tabungan yang mereka berikan kepada saya, akau menangis. Mertuaku membalas kebaikanku dengan segala cara karena aku telah menerima mereka untuk tinggal di rumah selama setahun. Memikirkan hal ini, aku merasa terharu. Ternyata keluarga ini benar-benar baik. (lidya/yn)

Sumber: uos