Di Hari Ulang Tahun Bibinya, Dia Memberikan Hadiah Uang, Tiba-tiba Suaminya Mengirim Pesan yang Membuatnya Memutuskan untuk Bercerai

Erabaru.net. “Bibi, bagaimana kabarmu? Apakah kamu ingin datang dan tinggal di rumah kami selama beberapa hari. Di pedesaan terlalu dingin, dan terlalu merepotkan untuk memasak. Kami memiliki pemanas di lantai atas, ” Zhang menelepon bibinya.

Bibi berkata: “Tidak apa-apa, nak, bibi sudah terbiasa dengan tempat ini. Kamu sudah menikah. Aku tidak akan merepotkan keluargamu. Ngomong-ngomong, aku mengasinkan kubis pedas favoritmu dan akan memberikannya kepadamu, apakah kamu punya waktu untuk mengambilnya ? ”

Saat meletakkan teleponya, mata Zhang Yun basah. Dalam pikirannya, bibinya adalah ibunya. Karena dia dibesarkan oleh bibinya. Zhang Yun lahir di desa pegunungan kecil. Keluarganya sangat miskin. Orangtuanya sering bertengkar karena hal-hal sepele.

Segera orangtuanya bercerai, ayahnya meninggal karena kecelakaan, dan ibunya mengabaikannya dan melemparkannya ke neneknya.

Nenek terlalu tua untuk merawatya. Pada saat ini, bibinya menawarkan diri untuk membesarkannya. Dia juga sangat menyukai bibinya, karena bibinya lembut dan baik hati. Bibi membelikannya pakaian dan menyiapkan makanan lezat untuknya.

Di rumah bibinya, dia berinisiatif melakukan pekerjaan rumah, dan dia sangat berhati-hati dengan kata-katanya. Untungnya, bibinya selalu baik padanya, yang membuatnya merasa sangat hangat.

Bibinya membiayainya untuk pergi ke perguruan tinggi, dan semua uang keluarganya dihabiskan untuknya. Zhang Yun bersumpah untuk membayar bibinya di masa depan, karena tanpa dia, dia tidak akan memiliki segalanya seperti sekarang.

Setelah lulus dari kuliah, Zhang Yun bekerja sebagai guru. Zhang Yun bertemu dengan suaminya dikenalkan oleh teman-temannya, latar belakang keluarga suaminya baik dan dia juga sopan. Zhang Yun berpikir mereka cocok dan keduanya menikah.

Setelah menikah, ibu mertuanya memandang rendah dirinya, mereka merasa bahwa latar belakang keluarganya miskin, Zhang Yun mencoba yang terbaik untuk bertahan dan karena ibu mertuanya, dia tidak bisa berpergian jauh.

Setiap kali dia ingin pulang untuk menemui bibinya, ibu mertuanya selalu menempelnya, dan pada awalnya dia pikir ibu mertuanya mengkhawatirkan dirinya. Kemudian, ketika dia mendengar ibu mertuanya berbicara, dia baru mengerti bahwa ibu mertuanya ingin tahu berapa banyak barang yang dia bawa pulang.

Jika dia membawa terlalu banyak kotak hadiah dan barang-barang itu mahal, ibu mertuanya mulai mengomel. Suaminya juga memintanya untuk membawa lebih sedikit barang ke rumah bibinya

Faktanya, Zhang Yun memakai gajinya sendiri untuk membeli hadiah untuk bibinya.

Sikap ibu mertuanya dan suaminya membuatnya tidak dapat menerimanya.

Ketika bibinya berulang tahun, dia tidak memberi tahu suaminya, dan langsung pergi dengan amplop merah 3.000 yuan.

Bibinya sangat senang, dan mengatakan bahwa dia tidak perlu memberikan uang, asalkan dia sering datang menemuinya dia sudah senang.

Tiba-tiba suaminya menelepon dan menanyakan berapa banyak uang yang dia berikan pada bibinya, dan dia mengatakan yang sebenarnya, bahwa dia memberi bibinya 3.000 yuan ( sekitar Rp 6.7 Jjuta ). Suaminya kemudian menutu teleponnya.

Ketika dia selesai makan, dia menerima pesan dari suaminya: “Kamu telah memberi terlalu banyak uang, jangan pulang, dan tinggal bersama bibimu selama sisa hidupmu!”

Zhang Yun terkejut dan marah, bibinya adalah ibunya, bukankah dia seharusnya berbakti? Dia merasa suaminya membuat masalah tanpa alasan. Dia memutuskan untuk bercerai.

Seorang pria yang bahkan tidak bisa berbakti kepada ibu mertuanya, tidak pantas untuk hidup bersamanya.

Meskipun dia sangat mencintai suaminya, ini masalah prinsip. Bagaimana menurut Anda? (lidya/yn)

Sumber: twgreatdaily