Bocah 10 Tahun Ini Setiap Hari Bangun Jam 5 Pagi Membantu Orangtuanya Menggulung 600 Kulit Roti

Erabaru.net. Apa yang kamu lakukan saat berumur 10 tahun? Apakah pergi ke taman kanak-kanak dengan gembira membawa tas sekolah, atau berbaring di rumah atau menjalani masa kecil yang bahagia tanpa kekhawatiran setiap hari?

Hari ini Erabaru akan membagikan kisa tentang anak kecil yang bernama Zhao Zehua.

Setiap hari pukul 5:00 pagi, ketika anak-anak lain masih tidur, dia akan bangun dengan tergesa-gesa, membersihkan diri sebentar, berlari ke kedai orangtuanya, memakai celemeknya seperti orang dewasa, dan memulai hal pertama, menggulung 600 kulit Roti.

Zhao Zehua lahir di Yangguanzhai, Distrik Gaoling, Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok pada tahun 2012. Ketika dia baru berusia 1 tahun, orangtuanya membuka kedai roti kukus, dia bermain dengan adonan, dan menggulung adonan seperti yang dilakukan orangtuanya.

Ketika dia berusia 5 tahun, dia mulai membantu orangtuanya. Dari yang awalnya merasa kikuk menjadi terampil, Zhao Zehua membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mencapai level orangtuanya. Sekarang dia bangun pagi setiap hari dan menggulung 600 kulit roti.

Alasan mengapa dia melakukan ini adalah untuk meringankan beban orangtuanya, karena kaki ibunya terluka dan tulang leher ayahnya tidak baik. Dia hanya berharap dia bisa berbagi sebagian beban dengan mereka.

Zhao Zehua melihat orangtuanya sibuk setiap hari untuk mendapatkan uang sejak dia masih kecil, dia menyadari bahwa hidup ini tidak mudah, dan dia lebih bijaksana daripada teman-temannya.

Ketika anak-anak lain seusianya sedang asyik bermain, Zhao Zehua sibuk menggulung adonan di kedai orangtuanya. Orangtuanya tidak ingin Zhao Zehua membantu di kedai setiap hari, tetapi Zhao memiliki kemauan yang kuat dan tidak mendengarkan orangtuanya. Dia tetap membantu mereka setiap hari.

Setelah membantu orangtunya di kedai, dia pulang ke rumah untuk mengerjakan pekerjaan rumah, dan pekerjaan rumahnya tidak pernah ketinggalan. Setiap kali ada ulangan, dia adalah yang teratas di kelasnya.

Ketika tidak ada yang harus dilakukan, dia bergegas untuk melakukan pekerjaan rumah, memijat punggung ayahnya, atau menggosok bahu ibunya.

Untuk memupuk kemandirian putranya, ayahnya memutuskan untuk membiarkan putranya datang bekerja di kedai, dan membayar gaji Zhao Zehua, tetapi dia menolak untuk digaji.

Banyak orang tidak mengerti apa yang ayahnya lakukan. Ayahnya hanya memberitahu dia bahwa hidup ini tidak mudah, dan biarkan dia tidak mudah menyerah di masa depan. Hanya pengetahuan yang dapat mengubah nasibnya.

Prestasi Zhao Zehua saat ini juga tidak terlepas dari ajaran orangtuanya.

Seperti kata pepatah, anak-anak dari keluarga miskin bertanggung jawab lebih awal, dan hanya setelah menderita mereka dapat memahami kerja keras orangtua mereka, kita juga harus belajar dari Zhao Zehua.

Inspirasi apa yang Anda dapatkan oleh pengalaman Zhao Zehua?(lidya/yn)

Sumber: hker.life