Pria Berusia 97 Tahun Memilih untuk Meninggalkan Dunia Ini dengan Tenang dan Bahagia, Bisakah Anda Menerima Euthanasia Seperti Itu?

Erabaru.net. Begitu orang melewati usia 50 tahun, mereka akan mulai memikirkan masalah pensiun mereka, terutama orang tua dari anak tunggal. Di waktu senggang, mereka banyak berbicara tentang masalah pensiun di masa depan. Mereka tidak ingin merepotkan anak-anaknya ketika mereka sudah tua, jadi mereka harus merencanakan hidup mereka ke depannya.

Inilah adalah kisah tentang pria berusia 97 tahun yang memilih meninggalkan dunia ini dengan tenang dan bahagia, dengan euthanasia. Apa masalahnya?

Saya rela di-eutanasia karena saya tidak ingin melihat anak saya bekerja keras untuk biaya pengobatan saya. Sebelum saya tidak sakit, anak-anak saya sangat berbakti, dan mereka akan datang menemui saya setiap Tahun Baru. Saya senang sekali mereka bisa kembali menjenguk saya.

Sekarang saya sakit, kesehatan saya tidak baik, dan tabungan saya tidak banyak. Anak-anak saya mulai tidak menyukai saya, dan tidak ada yang mau merawat saya.

Ketika saya dalam keadaan sehat, terutama menantu perempuan saya, dia memasak untuk saya tiga kali sehari, dan dia akan memanggil saya Ayah dengan keras di mana pun dia melihat saya?

Putri saya adalah anak yang sangat pengertian. Dia sering membawa anaknya (cucu) menemui saya. Sekarang putra dan putri saya saling menjauhi saya. saya melihatnya di mata saya dan itu sangat menyakitkan.

Sekarang saya sampai ke titik ini, tidak ada yang mau mendukung saya. Apakah saya pantas mendapatkan semua ini?

Ketika putra saya menikah, saya membeli mas kawin, rumah, dan mobil. Ketika putri saya menikah, saya membayar tambahan 30.000 yuan (sekitar Rp 66 Juta).

Baru tahun lalu, saya menderita kanker paru-paru. Sekarang fungsi paru-paru saya tidak terlalu baik. Pada awalnya, biaya pengobatan adalah semua tabungan saya sendiri. Kemudian, setelah berbagai rehabilitasi dan pengobatan, tabungan saya segera habis. Mengingat anak-anak saya, saya tahu saya tidak akan ditinggalkan karena saya sudah tua.

Namun, yang ada dalam pikiran saya ternyata salah. Menantu perempuan saya tidak menyukai saya karena tidak bisa mengurus diri sendiri sekarang. Kebersihan pribadi saya tidak baik. Dia tidak mau merawat saya. Dia pikir saya adalah beban. Dia bahkan bertengkar dengan anak saya setiap hari. Di rumah, istrinya tidak memperhatikannya lagi, jadi anak laki-lakinya juga dalam dilema.

Anak perempuan saya bersedia untuk merawat saya, tetapi saat anak perempuan ingin berbakti kepada saya, suaminya menentangnya. Lagi pula, ketika mereka membeli rumah, saya tidak membantu, karena putri saya dan putra saya menikah setahun yang lalu, jadi uang tabungan saya semunya untuk putra saya dan sekarang saya sakit, dan entah saya harus dikirim ke panti jompo, atau saya hanya bisa mengandalkan putra dan putri saya untuk mendukung saya.

Jika penyakitnya parah, saya akan mempengaruhi anak-anak. Saya akan memilih untuk meninggalkan dunia ini dengan tenang dan bahagia, karena saya telah mengikuti beberapa berita tentang orang tua.

Sekarang saya ingin pergi ke toilet saja sulit dan harus mengurus diri sendiri. Sekarang saya hanya mencoba untuk bertahan hidup. Suatu hari jika saya benar-benar tidak kuat lagi, saya akan memilih cara ini (euthanasia) untuk mengakhiri hidup saya. (lidya/yn)

Sumber: (163.com)