Ibu Mertuaku Meminta Uang kepada Kami Setiap Bulan, Setelah Dia Meninggal, Dia Tidak Meninggalkan Apa pun, Kemudian Aku Menemukan Sesuatu yang Membuatku Malu

Erabaru.net. Ibu mertuaku dulunya adalah seorang pegawai negeri, tetapi dia pensiun pada tahun saya dan suami saya menikah. Setelah menikah kami tinggal di kota, dan Ibu mertuaku tinggal terpisah dengan kami. Tetapi aku takut ibu mertua akan kesepian jika dia tinggal sendirian, jadi aku memberitahu suamiku untuk menjemput ibu mertua dan tinggal bersama kami.

Setelah ibu mertua tinggal bersama kami, dia akan membantu kami dengan pekerjaan rumah setiap hari. Setiap hari kami pulang kerja, kami tidak lagi harus memesan makanan, karena ibu mertuaku sudah memasak makanan sendiri.

Selama sebulan terakhir, ibu mertua menggunakan uang pensiunnya sendiri untuk membuat masakan. Aku berpikir kami tidak akan menggunakan uang orangtua, jadi aku mengembalikan semua uang itu kepada ibu mertua.

Belakangan, selain minta biaya untuk makan bulanan kami, ibu mertua juga akan meminta uang kepada suamiku secara pribadi.

Ibu mertuaku adalah orang yang sangat hemat, dan aku tidak melihat dia membeli sesuatu yang sangat mahal, jadi saya sedikit bingung. Kalau uang itu diberikan adik iparkua aku pikir itu tidak mungkin, kondisi keluarga iparku juga baik.

Aku bertanya-tanya untuk apa ibu mertua minta uang pada suamiku, sedangkan uang pensiunnya sendiri lebih dari cukup, tetapi aku hanya seorang menantu, aku tidak memiliki hak untuk bertanya padanya.

Setelah anakku lahir, ibu mertuaku juga membantu merawat anakku. Aku tidak memikirkan uang itu lagi, aku pikir itu adalah biaya merawat anak-anak untuk ibu mertua.

Ketika anakku berusia 6 tahun, ibu mertua didiaksonis dengan kanker perut stadium lanjut. Setelah satu tahun, ibu mertuaku meninggal dunia. Di ranjang kematiannya, dia juga tidak memberitahu kami di mana uangnya disimpan.

Ketika kami memilah barang-barangnya, kami menemukan buku tabungan pensiunnya, tetapi tidak ada satu sen pun uang yang tersisa di dalamnya. Di dalam laci, aku melihat secarik kertas yang di atasnya terdapat daftar pengentasan kemiskinan beberapa sekolah dasar, serta beberapa surat.

Aku membukanya untuk melihat, ternyata surat itu dikirim oleh anak-anak di pegunungan, semua berkat ibu mertuaku atas dukungannya. Baru kemudian aku tahu bahwa ibu mertuaku telah membantu mereka dengan uang pensiunnya.

Aku dan suamiku memutuskan bahwa di masa depan kami akan melakukan perbuatan baik atas nama ibu mertua.(lidya/yn)

Sumber: hker.life