Wanita Tua dengan Perut Besar Mengira Dia Mengandung Anak Kembar, Ketika Operasi Caesar, Apa yang Ditemukan Dokter Membuatnya Ketakutan

Erabaru.net. Bibi Ma melahirkan anak perempuan pada usia 30 tahun, dan dia tidak pernah hamil lagi. Pada usia 37 tahun, Bibi Ma pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan karena ketidaknyamanan fisik, dan diberitahu bahwa dia hamil.

Dilihat dari usia Bibi Ma, dia telah melewatkan usia subur terbaik, tetapi Bibi Ma, sangat ingin memiliki anak, jadi dia memutuskan untuk tetap melahirkan anak itu. Dia merasa bahwa dia telah melahirkan satu anak dan memiliki ‘pengalaman yang berlimpah’, jadi dia tidak pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin.

Saat usia kehamilan memasuki 6 bulan, perut Bibib Ma terlihat lebih besar dari perut ibu hamil 8 bulan lainnya. Tetangga bertanya begitu mereka bertemu: “Apakah ini hamil anak kembar? Selamat!”

Bibi Ma yang mendengarkan kata mereka, dia juga sangat senang, semakin dia melihat perutnya, semakin seperti anak kembar. Namun, beberapa teman menyarankannya untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan, tetapi Bibi Ma merasa tidak ada keluhan dan tidak perlu membuang uang, jadi dia tidak pergi ke rumah sakit.

Ketika bibi Ma waktunya melahirkan, keluarganya membawanya ke rumah sakit. Ketika dokter melakukan operasi caesar, mereka menemukan bahwa dia tidak mengandung anak kembar, tetapi janin tumor besar! Dokter terkejut hingga berkeringat dingin.

Saat bayinya dibawa keluar, dokter segera melakukan miomektomi pada Bini Ma. Untungnya, baik ibu dan bayinya tidak dalam bahaya. Setelah fibroid diangkat, telapak tangan dokter tidak muat untuk menopangnya, lebih besar dari kepala janin.

Setelah Bibi Ma tahu bahwa dia memiliki fibroid yang begitu besar di perutnya, dia juga ketakutan,dan dia bersyukur dia masih hidup.

Oleh karena itu, ibu hamil harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin secara teratur selama kehamilan, yang tidak hanya demi dirinya sendiri, tetapi juga untuk janin dalam kandungan!

Manfaat kunjungan rutin ibu hamil ke rumah sakit untuk tes kehamilan:

  1. Pahami kondisi fisik ibu hamil

Selama kehamilan, karena perubahan hormon, tubuh juga akan mengalami serangkaian perubahan.Pemeriksaan kebidanan secara teratur dapat mengikuti perubahan pada tubuh ibu hamil. Begitu terjadi kelainan dapat dideteksi dan ditangani secara dini.

  1. Pahami situasi janin

Menurut periode kehamilan yang berbeda, detak jantung dan ukuran janin dapat dideteksi, dan kondisi fisik janin juga dapat dipahami. Jika indikator fisik janin tidak memenuhi rutinitas, dokter juga dapat memberikan perawatan tepat waktu.

Oleh karena itu, ibu hamil harus melakukan tes kehamilan secara rutin! Bagikan dan ingatkan teman Anda! (lidya/yn)

Sumber: goez1