Anak Laki-laki Pergi ke Kuburan untuk Merayakan Ulang Tahun Ibunya yang Telah Meninggal, Dia Berlutut dan Bersujud Menunjukan Rasa Baktinya, Membuat Semua Orang Menangis

Erabaru.net. Sebagai orangtua, tidak ada orang yang tidak mencintai anak-anak mereka, tetapi mereka mengabaikan bahwa cinta anak-anak untuk orangtua mereka sama-sama mendalam dan tulus. Secara khusus, beberapa keluarga dengan orangtua tunggal atau anak-anak yang tidak memiliki orangtua sejak kecil, meskipun kadang-kadang mereka tidak mengatakannya, mereka tahu bahwa mereka tidak memiliki orangtua, dan mereka akan merindukan dan mendambakannya.

Dikatakan bahwa hati orangtua di seluruh dunia itu penuh kasih, dan tidak ada orangtua yang tidak merasa kasihan pada anak-anaknya, tetapi anak-anak sebenarnya juga merasa kasihan dengan orangtuanya. Terutama bagi anak-anak yang kehilangan ibunya di usia muda, meskipun mereka tidak memahami konsep kematian, pikiran mereka tentang orangtua begitu murni dan penuh air mata.

Baru-baru ini, sebuah video seorang anak laki-laki yang mengunjungi makam ibunya menyentuh seluruh pengguna internet. Dalam video tersebut, anak laki-laki itu sedang memotong kue di depan makam ibunya, ternyata itu adalah hari ulang tahun ibunya, ketika kue itu dipotong, ayahnya bertanya apakah dia telah mencuci tangannya.

Setelah memotong kue, anak itu berlutut di tanah dan bersujud tiga kali, dan berkata kepada ibunya: “Saya akan lulus ujian, tunggu saya berhasil.”

Kalimat ini sangat menyentuh hati banyak orang, meskipun ibunya telah meninggal, anak laki-laki itu ingin mengungkapkan rasa bakti terbesarnya untuk menghangatkan ibunya di surga.

Beberapa netizen mengatakan:

“Saya mendengar kata-kata anak itu dan air mata turun.

“Didikan anak ini pasti sangat baik.”

“Sementara anak itu melakukan ini, ayahnya ada di sisinya. Bimbingan ayahlah yang membuat anak tahu bagaimana menghargai kebaikan ibu.”

Dibandingkan dengan situasi di beberapa keluarga dengan kedua orangtua, anak-anak tidak memahami rasa syukur dan tidak patuh kepada orangtua mereka. Meskipun anak laki-laki kecil ini lahir dalam keluarga orangtua tunggal, dia luar biasa bijaksana.

Kesan banyak orang, anak-anak dari keluarga orangtua tunggal rentan mengalami masalah dalam pembentukan karakter. Karena mereka telah mengalami lebih banyak perubahan keluarga, mereka cenderung menjadi sensitif, rendah diri, dan tidak percara diri. Sebenarnya, ini sepenuhnya prasangka.

Hal terpenting untuk mengembangkan karakter anak adalah lingkungan tumbuh kembang dan pendidikan keluarga, selama keluarga membimbing mereka dengan baik, anak-anak dalam keluarga orangtua tunggal juga dapat menjadi bijaksana dan ceriah.

Terlalu banyak perpisahan di dunia ini, tapi kita selalu mengabaikan orang-orang di sekitar kita. Setelah membaca berita ini, ingatlah untuk menghargai orang-orang di sekitar Anda, dan jangan biarkan banyak penyesalan kemudian. (lidya/yn)

Sumber: hker.life