Bocah 9 Tahun Membersihkan Kamar Setiap Hari, Menggulung Adonan dan Mengukus Bakpao untuk Ibunya

Erabaru.net. Jangan meratapi rasa sakit dalam hidup. Jalan menuju cahaya itu tidak akan mudah, agar berhasil, kita harus bekerja keras.

Orangtua ingin anaknya menjadi orang yang peduli dan bijaksana, karena anak yang berakal membuat orangtua merasa santai dan tidak perlu terlalu mengkhawatirkan mereka.

Bocah laki-laki berusia 9 tahun ini sangat bijaksana. Dia tinggal di rumah dan membersihkan kamarnya setiap hari. Hal yang paling mengejutkan adalah bahwa dia juga dapat mengukus roti kukus, dan dia melakukannya dengan baik, dan gerakannya sangat terampil, dan keterampilannya tidak kalah dengan orang dewasa.

Perbuatan anak kecil itu menimbulkan perdebatan sengit dan membuat banyak orangtua iri. Beberapa orang mengatakan bahwa, ketika anak mereka sendiri berusia 9 tahun, mereka hanya menghabiskan uang untuk bermain game.

Tidak ada anak yang dilahirkan dengan berakal. Hal ini tidak terlepas dari pendidikan dan pelatihan orang tua. Untuk menjadikan anak berakal, orangtua harus melakukan hal-hal berikut.

  1. Pelajari lebih lanjut tentang anak Anda

Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya, orangtua harus sungguh-sungguh memahami anaknya, melihat apa kelebihan dan bakat yang dimiliki anaknya, dan melatih anaknya secara tepat sasaran untuk mencapai hasil.

Adapun kekurangan anak, orangtua harus mencoba yang terbaik untuk membantu anak menutupi kekurangannya, tetapi jangan terlalu memaksakannya.

  1. Dengarkan suara anak

Dalam kehidupan, orangtua harus mendengarkan suara anak-anak mereka, berkomunikasi dengan mereka secara setara, dan membuat anak-anak merasa dihormati.

Dengan cara ini, anak-anak lebih bersedia memberi tahu orangtua mereka apa yang ada di hati mereka, dan “mekanisme” komunikasi yang baik terjalin, dan hubungan antara anak dan orangtua akan lebih intim.

Dengan cara ini, tidak hanya orangtua yang peduli dengan anak-anak mereka, tetapi anak-anak juga lebih peduli kepada orangtua mereka.

Jika orangtua selalu memarahi anak-anaknya, dan anak-anak takut kepada orangtua, maka tentu saja mereka tidak akan memberi tahu orangtua apa yang mereka alami, dan komunikasi dengan orangtua akan menjadi berkurang.

  1. Temukan pendekatan ilmiah untuk pendidikan

Dewasa ini banyak sekali metode parenting di internet yang memberikan berbagai macam cara belajar kepada orangtua, namun tidak semua metode parenting cocok untuk pembelajaran anaknya sendiri, maka dalam hal ini orangtua harus mengambil yang terbaik.

Untuk mengetahui bahwa yang benar adalah yang terbaik, jangan membabi buta mendengarkan kata-kata orang lain. Dalam proses berkomunikasi dengan anak, orangtua harus cermat mengalami dan mengeksplorasi secara perlahan.

  1. Dialog yang setara dengan anak-anak

Orangtua tidak harus selalu dalam sikap yang tinggi, Orangtua harus bertanggung jawab atas tumbuh kembang anak-anaknya, tetapi mereka bukan pengelola anak-anaknya, mereka ingin benar-benar hidup rukun dengan anak-anaknya.

Orangtua harus memposisikan mereka dan berkomunikasi dengan anak-anak mereka seperti teman.

Dengan cara ini anak lebih mudah menerima, dan anak akan sadar bahwa mereka juga memikul tanggung jawab, sehingga mereka juga akan peduli dengan orangtua dengan caranya sendiri.

Jika orangtua selalu memperlakukan anaknya seperti manajer, maka anak akan merasa bahwa mereka harus menikmati pengasuhan orangtuanya.

  1. Libatkan anak-anak Anda

Banyak orangtua yang beranggapan bahwa selama anaknya belajar dengan baik, semuanya akan baik-baik saja, tetapi pada kenyataannya keterampilan lebih penting bagi kehidupan seseorang, sehingga orangtua harus membiarkan anaknya lebih banyak mengalami kehidupan.

Terutama dalam beberapa pekerjaan rumah tangga, anak-anak harus terlibat secara pribadi di dalamnya, sehingga anak-anak dapat memahami kesulitan orangtua mereka.

Selain itu, anak hanya dapat memahami makna hidup yang sebenarnya melalui pengalaman pribadi, yang juga merupakan aset berharga bagi pertumbuhannya.

Oleh karena itu, orangtua tidak boleh merampas kesempatan anak-anak mereka untuk berpartisipasi secara pribadi, dan harus berani melepaskan tangan dan kaki mereka, sehingga memberi ruang bagi anak-anak mereka untuk tumbuh.

Kepribadian setiap anak berbeda-beda, tidak semua anak tahu cara merawat orangtua sejak lahir, perilaku seperti apa yang dimiliki anak berkaitan langsung dengan pendidikan orangtua.

Tidak peduli apa keadaan Anda saat ini, inilah saatnya untuk mengatakan pada diri sendiri: Jangan khawatir tentang masa depan yang belum jelas, kerjakan saja saat ini yang jelas. Hiduplah di saat ini dan rasakan kehangatan hidup bersamanya.(yn)

Sumber: hker.life