Demi Ibuku, Aku Memukul dan Menendang Istriku, Setelah Setahun Bercerai, Aku Bertemu Mantan Istriku di Jalan, Aku Menangis dan Menyesal

Erabaru.net. Aku dan mantan istriku adalah teman saat kuliah. Dia sangat cantik, dan banyak anak laki-laki mengejarnya, salah satunya aku. Untuk mendapatkan hatinya, aku tidak punya uang untuk membeli hadiah mahal untuk istriku. Saat itu aku membuat kejutan yang romantis untuknya. Pada akhirnya, dia tersentuh dan kami akhirnya jadi pacar.

Mantan istriku tahu bahwa aku tidak punya banyak uang. Setelah kami jalan bersama, dia tidak pernah minta ini atau itu seperti gadis lain. Aku pernah ingin membawanya ke restoran yang lebih mahal, namun dia tidak mau. Aku berpikir, aku benar-benar beruntung menjadi pacarnya. Aku bersumpah, setelah lulus aku akan bekerja keras untuk memberinya kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Kami menikah dua tahun setelah lulus. Setelah kami menikah, kami pindah ke rumah baru. Kami tinggal di rumah berdua dan menjalani kehidupan yang sangat bahagia.

Kemudian, ibuku datang ke rumah tiba-tiba dan mengatakan bahwa dia ingin tinggal sebentar, tapi istriku sedikit tidak senang, tetapi dia mengerti perasaanku dan tidak mengatakan apa-apa. Tentu saja saya senang ibu saya datang untuk tinggal di sini. Keluargaku tidak dalam kondisi baik. Dia telah menanggung kesulitan sepanjang hidupnya untukku. Tentu saja, sekarang aku ingin membalasnya.

Ibuku sudah terbiasa hidup hemat sepanjang hidupnya. Dia tidak tahan melihat istriku sering membeli barang-barang, dan menyuruhnya untuk tidak menghambur-hamburkan uang dengan sembarangan.

Ketika dia melihat istriku membuang-buang air selama setengah hari di kamar mandi, dia akan mengomel. Ibuku mengatakan bahwa istriku terlalu boros. Istriku selalu bertengkar dengan ibuku karena hal-hal kecil ini.

Bagaimanapun juga, dia adalah ibuku. Apa yang bisa aku lakukan, hanyalah meminta istriku untuk bersabar.

Dalam sekejap mata, setelah dua tahun menikah, istriku masih belum juga hamil. Aku masih muda dan aku tidak buru-buru untuk memiliki anak, tetapi ibuku tidak sabar lagi untuk menggendong cucunya. Ibuku telah mencarikan obat-obatan untuk istriku agar cepat hamil.

Kemudian istriku diam-diam membuang obat yang direbus ibuku untuknya, ibuku menangis mengadu padaku, istriku tidak memiliki hati nurani.

Mendengar aduan ibuku sangat marah dan memukuli istriku. Kemudian, istriku meminta ibuku yang pergi atau bercerai

Bagaimana aku bisa mengusir ibuku, ibuku benar, istriku tidak bisa melahirkan anak, aku memutuskan untuk bercerai.

Dalam dua tahun setelah aku bercerai, perkembangan pekerjaanku juga semakin baik, dan aku sudah menjadi kepala departemen. Saat ini aku sudah menikah lagi dengan Wang Ting, istriku yang sekarang tidak hanya cantik, tapi juga sangat ruku dengan ibuku, bahkan ibuku tidak bisa menutup mulutnya sepanjang hari untuk memujinya.

Tetapi hari-hari setelah menikah kembali tidak sebaik yang aku bayangkan. Sekarang istriku tidak mau pergi bekerja setelah menikah. Setiap hari kerjanya hanya tidur, dan kemudian mengundang adik perempuannya untuk pergi berbelanja di pusat perbelanjaan besar, dan tidak melakukan pekerjaan rumah sama sekali. Setelah kurang dari satu tahun menikah, tabunganku hampir tidak tersisa.

Hari itu, di jalan aku melihat seorang wanita dari belakang yang tampak seperti mantan istriku. Aku berjalan mendekat mencoba untuk menyapanya, dan itu benar-benar mantan istriku. Dia memiliki perut yang besar. Saat itu aku merasa sangat bersalah. Dia mengatakan bahwa dia sudah menikah dan hidup bahagia sekarang. Saat kami ngobrol, seorang pria berpakaian rapi turun dari mobil mewah menjemput mantan istriku.

Aku menangis ketika melihat mobil itu pergi. Aku merindukan momen saat-saat kami bersama. Kini, dia akan mempunyai anak. Mungkinkah yang tidak bisa punya anak adalah aku. Memikirkan hal-hal baik yang kami miliki di masa lalu, aku benar-benar menyesal bahwa aku tidak memiliki pemikiran yang panjang.(lidya/yn)

Sumber:ezp9