Pengusaha Bangkrut Meminjam Uang pada Saudaranya Namun Tidak Diberi, Hanya Pamannya yang Tidak Pernah Dia Bantu yang Mau Memberi Pinjaman, Dua Tahun Kemudian Mereka Menyesal

Erabaru.net. “Huh”, sambil menghela nafas panjang, Hendrawan mengumpulkan keberaniannya dan menelepon lagi.

“Sepupu? Aku kakakmu, aku… Aku kehabisan uang akhir-akhir ini, dan aku ingin meminjam uang darimu. Apakah kamu Ada?”

“Ah!” Hendrawan sangat marah, menggaruk kepalanya dengan kedua tangan.

Ketika dia banyak uang, semua saudaranya ramah dengannya, makan dan minum setiap hari.

Pada awalnya, dia juga dibutakan oleh sanjungan dari mereka, dan merasa tidak masalah jika dia dimanfaatkan oleh saudaranya.

Bagaimanapun, saudara mungkin dapat membantu di masa depan.

Tapi sekarang dia bangkrut, dan dia minta tolong pada mereka untuk meminjam uang, tapi semua mengaku tidak punya uang

Uang sekolah anaknya harus dibayar sore ini, jadi dengan terpaksa dia meminjam uang pada mereka.

Setelah banyak pertimbangan, di antara semua saudaranya, hanya pamannya di desa yang tidak pernah dia bantu dan kunjungi sebagai alternatif terakhirnya.

Memikirkan pamannya, Hendrawan merasa malu.

Paman saya berusia 70-an, tinggal di pedesaan, dan keluarganya sangat miskin.

Ketika dia kaya sebelumnya, dia tidak pernah memberi hadiah dan mengunjungi pamannya.

Pamannya yang miskin itu adalah orang yang jujur, dan dia tidak pernah datang ke rumahnya untuk meminta bantuan. Hubungannya sangat jauh dalam beberapa tahun terakhir.

Ada sedikit harapan untuk meminjam uang kepada pamannya.

“Paman, saya Hendrawan. Masih ingat dengan saya? Ya, saya butuh uang sekarang…saya ingin meminjam uang 60 juta? Itu cukup….”

Pamannya mengatakan bahwa dia akan menghubunginya.

Dia kemudian mengetahui bahwa uang 60 juta didapatkan oleh pamannya dari menjual babi, sapi, dan dombanya di rumah.

Dua tahun kemudian, dengan kerja keras, Hendrawan tidak hanya bisa mengembalikan uang pamannya, tetapi dia juga kembali menghasilkan banyak uang.

Melihat ini, saudaranya seperti lalat yang melihat daging, berlari lagi.

Mereka memuji Hendrawan atas kemampuannya.

Namun, Hendrawan sudah tahu dari sifat mereka, kemudian di mengusir mereka dari rumahnya.

Setelah itu, dia pergi ke rumah pamannya untuk membayar utangnya, dia memberi pamannya 600 juta.

Paman tampak terkejut: “Saya meminjamkan kamu 60 juga bagaimana kamu bisa membayar kembali 600 juta?”

Dia kemudian menjelaskan pada pamannya: “Paman, di saat-saat saya dalam kesulitan, hanya paman yang mau membantuku dengan tulus.”

“Anda adalah pamanku, dan saya memberikan 600 juta ini sebagai ucapan terima kasih saya kepada paman.”

Mendengar kabar itu, saudara-saudaranya merasa menyesal, mengapa dulu mereka tidak memberinya pinjaman.(lidya/yn)

Sumber: uos.news