Gambaran Nyata dari Cinta Ibu yang Tanpa Pamrih

Erabaru.net. Cinta ibu tidak mementingkan diri sendiri. Cinta ibu besar, abadi dan unik.

Wanita tua di foto itu berusia 80 tahun tetapi dia telah merawat putrinya yang lumpuh. Putrinya lumpuh karena kecelakaan, dan wanita tua itu merawatnya selama 37 tahun.

Wanita tua di foto ini berusia 94 tahun dan masih memungut sampah. Putri tertuanya cacat di kedua tangannya dan tidak bisa bekerja sama sekali. Wanita tua itu hanya ingin mendapatkan uang untuk membeli sesuatu yang lezat untuk putrinya.

Wanita dalam gambar memiliki dua anak, putranya akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi dan putrinya sedang kuliah. Untuk menghidupi kedua anak mereka, dia dan suaminya harus membawa ratusan kg kerikil di punggung mereka setiap hari.

Ibu yang digambarkan di sini baru saja menjalani transplantasi hati. Setelah putranya diketahui menderita aciduria, wanita itu tidak segan-segan mendonorkan separuh hati dan satu ginjalnya untuk menyelamatkan putranya.

Ibu berusia 87 tahun dalam foto itu sedang memijat putranya. Putranya lumpuh karena tumor, dan ibunya terus memijatnya.

Gambar itu menunjukkan wanita tua mendorong kursi roda putranya berjalan-jalan. Wanita tua itu merawat putranya yang lumpuh seorang diri. Sekarang dia tidak dalam keadaan sehat.

Dalam foto tersebut terlihat seorang wanita sedang menggendong putrinya ke sekolah. Kaki putrinya cacat parah dan dia tidak bisa berjalan. Sang ibu selalu menggendong putrinya ke sekolah.

Kasih ibu selalu diekspresikan dalam tindakan. Wanita tua di foto itu berusia 87 tahun dan masih bersikeras untuk merawat putranya, meskipun dia sangat optimis, dia tidak pernah berpikir untuk menyerah.

Gambar itu menunjukkan seorang ibu sedang beristirahat dengan anak laki-lakinya yang lebih muda, sementara anak laki-laki yang lebih tua tidur di sampingnya. Putra bungsunya kekurangan gizi dan mengalami atrofi otot di kakinya, jadi dia memilih berhenti dari pekerjaannya untuk fokus merawat putranya.

Gambar itu menunjukkan seorang wanita tua berusia 80-an mengangkat putranya. Setelah putranya lumpuh, wanita tua itu jauh lebih kuat dari putranya, dan dia sering harus menggendong putranya untuk berjalan jauh.

Kekuatan cinta seorang ibu memang hebat. Demi anak, mereka telah melakukan segalanya. Kerja keras satu generasi hanya berharap untuk melihat anak itu beberapa kali lagi. (lidya/yn)

Sumber: kknews