Karena Bersimpati pada Orang Miskin, Polisi Berhati Lembut Itu Dituduh Melakukan “Korupsi”

Erabaru.net. Menurut laporan, seorang petugas polisi bermarga Hong dari Kota Taichung, Taiwan membatalkan tilang yang sudah dia keluarkan karena kasihan pada pemulung, yang mengendarai sepeda motor tanpa surat dan SIM. Siapa sangka, atas tindakannya itu dia digugat, dan dituduh melakukan ‘korupsi’.

Setelah sidang pertama dinyatakan tidak bersalah, namun jaksa penuntut menolak untuk menyerah dan dengan tegas mengajukan banding. Insiden itu tidak berakhir sampai putusan asli ditegakkan setelah sidang kedua.

Pada Maret 2019, seorang polisi bermarga Hong berhenti dan memeriksa seorang pria tua yang mengendarai sepeda motor tanpa surat dan SIM di persimpangan Jalan Wucuo dan Jalan Hemu, Distrik Qingshui, Kota Taichung.

Pria tua itu mengaku bahwa situasi ekonomi sedang tidak baik dan bahwa motor itu dibuang oleh tetangganya. Hong memutuskan untuk pergi ke rumah pria tua itu untuk memeriksa, dan juga meminta verifikasi tetangganya, tetapi akhirnya membatalkan surat tilang yang sudah dia keluarkan.

Namun, Hong mencoret nama tilang yang sudah dia buat, dan mengisi nama pria lain, mermarga Lin yang telah melanggar lalu lintas. Namun, karena ada jejak perubahan sebelumnya pada surat tilang itu, pria bermarga Lin yang ditilang mengajukan gugatan. Setelah kejadian itu terungkap, Hong yang terlibat didakwa oleh kejaksaan sesuai dengan Pasal 6 Ayat 1 Peraturan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam sidang pertama, Hong mengatakan bahwa pada saat itu, lelaki tua itu dengan sungguh-sungguh memohon untuk tidak mengeluarkan tilang kepadanya. Saat itu, dia takut apa yang dikatakan orang tua itu tidak benar, jadi dia pergi ke rumah tetangganya untuk memverifikasinya. Sekarang dia melihat bahwa situasi keluarga lelaki tua itu benar-benar buruk. Sebuah beban yang berat, karena empati, dan rasa kasihan, dia lalu membatalkan tilang.

Pengadilan Distrik Taichung memutuskan Hong Yuan tidak bersalah dalam persidangan pertama, tetapi jaksa penuntut percaya bahwa lelaki tua itu mengemudi tanpa SIM, dan polisi tidak punya hak untuk tidak menilangnya, jadi mereka memutuskan untuk mengajukan banding. Namun, setelah kasus tersebut memasuki tingkat kedua, Pengadilan Tinggi Taichung memutuskan pada pertengahan bulan lalu untuk menolak banding dan mempertahankan pembebasannya.

Setelah insiden itu, Hong yang sempat diskors telah melanjutkan posisinya, dan gaji yang ditangguhkan selama periode stagnasi telah dibuat. Semua hak dan kepentingan tidak terpengaruh, dan semuanya telah surut.(lidya/yn)

Sumber: kknsays