Ayah Mertuaku Cacat dan ‘Miskin’, Ketika Kami Menikah, Mahar yang Diberikan oleh Ayah Mertua Membuat Kami Terkenal di Desa

Erabaru.net. Di desa kami, ayah mertuaku terkenal miskin dan pelit, dan suka memanfaatkan orang lain.

Dia cacata, salah satu tangannya buntung. Aku mendengar bahwa tanganya masuk ke dalam mesin ketika dia bekerja ketika dia masih muda.

Ibu mertua adalah wanita yang tegas ketika dia masih muda. Dia pergi ke rumah pemilik pabrik minta kompensasi. Pada akhirnya, bos memberikan kompensasi yang layak, dan masalah selesai.

Setelah ayah tidak bisa lagi bekerja, dia mulai bekerja di pertanian di rumah dan memelihara ikan di kolam.

Ibu mertua juga meninggal karena sakit. Meninggalkan ayah mertua dan istriku.

Karena hanya mengandalkan ladang dan kolam ikan, ayah mertua hidup dalam kemiskinan. Tetapi ayah mertua sangat mencintai istriku.

Ketika aku ingin menikahi istriku, banyak orang di desa menertawakan aku, mengatakan bahwa aku menikahi istri yang miskin, dan dan mereka mengatakan banyak hal buruk tentang ayah mertuaku! Aku sangat marah ketika mendengarnya.

Yang tidak aku duga adalah ayah mertuaku membuat aku terkenal di seluruh desa pada hari pernikahan!

Itu adalah mahar yang diberikan oleh ayah mertua kepada istriku.

Di daerah pedesaan kami, kami belum pernah melihat mahar wanita sebesar 300.000 yuan (sekitar Rp 661 juta). Sekarang keluarga kami terkenal, dan semua orang mengatakan bahwa aku laki-laki yang beruntung.

Aku tidak menyangka bahwa ayah mertua di mata penduduk desa adalah orang yang miskin, tapi memiliki begitu banyak tabungan.

Sebenarnya, bahkan tanpa 300.000 yuan itu, aku tetap akan memperlakukan istriku dengan baik.(lidya/yn)

Sumber: ezp9