Ayahku Menikah Lagi, Ibu Tiriku Membesarkan Aku dan Kakak Laki-lakiku dengan Sepenuh Hati, Sekarang Kami Berjuang untuk Berbakti kepada Ibu Tiriku

Erabaru.net. Ketika seorang ayah menikah lagi, bagaimana seharusnya anak-anak menghadapi hubungan dengan ibu tirinya? Apakah seorang ibu tiri akan bersikap baik kepada anak-anak yang dibawa oleh suami? Di masa depan, ketika ibu tiri sudah tua, apakah anak tiri akan berbakti padanya?

Ketika aku berusia lima tahun, ibuku meninggal karena sakit, meninggalkan aku dan kakak laki-lakiku. Kemudian ayahku mengirim kami ke rumah kakek sampai aku berusia tujuh tahun dan ayahku menikah lagi.

Tidak lama setela ayahku menikah, membawa kami untuk tinggal bersamanya, sejak itu saya tinggal bersama ibu tiriku.

Awalnya aku takut ibu tiriku akan memukuliku, tetapi setelah lama bersama dengan ibu tiriku, aku menemukan bahwa ibu tiriku sangat baik, bahkan secara ketat mengawasi studi kami.

Dua tahun kemudian, ibu tiriku hamil, tetapi karena terjadi musibah dia mengalami keguguran. Pada saat itu, tetangga di lingkungan tempat tinggal kami membujuk ibu tiriku untuk mencoba memiliki anak sendiri, mereka semua mengatakan bahwa anak tiri tidak akan bisa mendukung mereka saat tua nanti.

Tanpa diduga, ibu tiriku marah pada mereka, dan mengatakan bahwa cukup baginya untuk memiliki kami berdua.

Saat aku duduk di kelas 3 SMP, ayahku kehilangan banyak uang dalam bisnis. Saat itu, kondisi keuangan keluarga sedang buruk. Untuk mengurangi tekanan pada keluarga, aku berinisiatif untuk putus sekolah.

Ibu tiriku menolak. Untuk mendukung studiku, ibu tiri saya pergi ke saudaranya untuk meminjam uang, tidak peduli betapa sulitnya di rumah, ibu tiriku tidak pernah berpikir untuk membiarkan aku bekerja.

Selama bertahun-tahun, cinta ibu tiriku kepada kami tidak pernah berubah, dia benar-benar membesarkan kami seperti anak-anaknya sendiri dan memberi kami cinta ibu tanpa pamrih.

Dalam sekejap mata, 20 tahun kemudian, Kakak laki-lakiku dan aku telah menikah.

Ketika kakak laki-lakiku menikah, ayahku telah meninggal selama lebih dari lima tahun.

Kemudian, adik ipar saya hamil, dan ibu tiriku merawatnya dengan baik,dan embantunya merawat anak itu.

Ketika giliran aku untuk menikah, ibu tiri saya bahkan memperhatikan suamiku dengan baik. Dia tidak hanya memberi pernikahan kami dengan indah, tetapi dia juga memberi kami 80.000 yuan, sebagai mas kawin untukku.

Aku ingat di hari pernikahanku, ibu tiriku diam-diam bersembunyi di kamar dan menangis. Sebelum aku masuk ke mobil pengantin, ibu tiriku memegang tanganku dan mengatakan semoga aku menjalani kehidupan yang baik setelah pergi ke rumah mertua.

Sekarang aku dan kakakku tinggal di rumah sendiri, tetapi kami tidak pernah melupakan kebaikan ibu tiriku. Tanpa kerja keras ibu tiriku selama bertahun-tahun, bagaimana kita bisa memiliki hari ini?

Sekarang giliran aku dan kakaku untuk berbakti pada ibu tiriku, agar ibu tiriku dapat menikmati kebahagiaan di masa tuanya.(lidya/yn)

Sumber: uos.news