Gadis Berusia 22 Tahun Jatuh Koma dan Meninggal Setelah Bekerja Lembur Selama 5 Hari Berturut-turut

Erabaru.net. “Anak saya akhirnya meninggalkan kami dua orang tua yang kesepian. Saya harap semua anak akan menjaga diri mereka sendiri ketika mereka bekerja keras. Terima kasih untuk semua orang baik.” pada 27 Juli, orangtua dari gadis yang malang memposting di platform sosial untuk mengumumkan berita kematian putrinya.

Dikabarkan bahwa gadis pekerja keras ini bernama Xiaomei (nama samaran), yang baru berusia 22 tahun. Dia baru saja mulai bekerja segera setelah lulus dari perguruan tinggi.

Karena keluarganya sangat miskin, Xiaomei sangat bijaksana. Untuk meringankan beban keluarganya, dia begadang dan bekerja lembur selama 5 malam berturut-turut, yang mengakibatkan koma.

Dokter telah berusaha untuk menyelamatkan nyawanya, namun rupanya takdir berkata lain. Setelah 17 hari dalam perawatan, dia akhirnya tak tertolong lagi.

Dapat dipahami bahwa Xiaomei sangat bijaksana sejak dia masih kecil dan sangat berbakti kepada orangtuanya. Karena latar belakang keluarganya yang miskin, dia ingin menggunakan pengetahuan untuk mengubah nasibnya, jadi dia belajar lebih keras daripada yang lain. Orangtuanya meminjam banyak uang untuk membantunya menyelesaikan studinya.

Setelah lulus dari universitas, Xiaomei menemukan pekerjaan di sebuah perusahaan Internet.Dia berpikir semua kesulitan akan akan segera berakhir, tetapi sayangnya, takdir berkata lain.

Xiaomei baru saja bergabung dengan perusahaan itu, dan gajinya sangat rendah, untuk mendapatkan lebih banyak uang, dia melakukan semua yang dia bisa lakukan.

Pada awal Juli tahun ini, Xiaomei bekerja lembur di perusahaan selama empat atau lima hari berturut-turut. Dia begadang dan bekerja sampai jam 4:00 pagi setiap malam. Dia hampir tidak memiliki banyak istirahat. Pada tanggal 9 Juli, Xiaomei, yang dalam keadaan koma parah, dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit oleh rekan-rekannya, pada saat itu, detak jantung dan pernapasannya hilang.

Menurut dokter kepala bagian gawat darurat rumah sakit, ketika gadis itu dibawa, kulitnya berwarna ungu, denyut nadi dan detak jantungnya tidak dapat diperiksa. Diagnosis awal adalah “miokarditis”, dan kondisinya sangat berbahaya.

Kemudian Xiaomei dikirim ke ICU untuk diselamatkan. Rumah sakit menyarankan transplantasi jantung, tetapi ini membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar, dan keluarga gadis itu tidak mampu membayar sama sekali. Jadi orangtua gadis itu memposting video di platform sosial untuk bertanya kepada netizen untuk meminta bantuan.

Setelah melihat video ini, banyak netizen yang mengulurkan tangan untuk membantu satu demi satu, tetapi takdir sudah menentukan hidupnya. Pada tanggal 27 Juli, kepala dokter rumah sakit yang bertanggung jawab merawat Xiaomei mengatakan kepada keluarga gadis itu melalui video: “Kondisi pasien sulit untuk diselamatkan, dan kami sangat sedih , jadi biarkan dia pergi dengan tenang!”

Dokter berkata bahwa itu adalah hal yang sangat menyakitkan untuk memberitahu keluarga pasien mengenai fakta kejam ini.

Menurut netizen yang mengenalnya, Xiaomei adalah tulang punggung keluarga, dan kepergiannya yang tiba-tiba merupakan pukulan telak bagi orangtuanya. Dua orangtuanya kehilangan putra mereka dalam kecelakaan lalu lintas 10 tahun yang lalu, dan sekarang putri satu-satunya yang mereka cintai telah meninggalkan mereka.

Saya benar-benar tidak tahu bagaimana orangtua itu akan menjalani hidup mereka di masa depan?

Dikatakan bahwa rasa sakit terbesar dalam hidup adalah saat orangtua mengantar anaknya ke pemakaman, dan orangtua yang malang ini kehilangan dua orang tersayangnya.Tidak ada yang bisa merasakan rasa sakit mereka. Baginya, nasib sepertinya sangat tidak adil! (lidya/yn)

Sumber: kknsays