Setelah Bercerai, Mantan Suamiku Memberi Kartu Gaji, Dia Berkata: “Aku AKan Memberimu 6 Juta Setiap Bulan”

Erabaru.net. Setelah menyelesaikan prosedur perceraian, aku mengembalikan kartu gaji ke mantan suamiku, tetapi dia berkata, “Kamu simpan saja, dan aku akan memberimu 6 juta sebulan untuk hidup.” Setelah itu, dia pergi diam-diam, dan semua ini telah berlangsung selama 5 tahun.

Ketika aku menikah dengan mantan suamiku, kami tidak memiliki apa-apa, tetapi dia berjanji kepadaku akan memberikan kehidupan yang baik.

Mantan suamiku sangat serius dalam pekerjaannya. Setelah menikah, dia bekerja siang dan malam. Dia bekerja sebagai direktur penjualan di sebuah perusahaan terkenal, dan sering lembur.

Kemudian, kami memiliki rumah dan mobil, dan putri kami lahir. Tapi mantan suamiku sangat sibuk sehingga dia tidak punya waktu untuk kami. Pada malam hari ketika putri saya sedang tidur, aku akan berpikir : “Apakah dia benar-benar sibuk atau punya wanita lain di luar?”

Aku mulai meragukannya, menanyainya, dan itu semua membuat kami sering bertengkar, dan akhirnya kami bercerai.

Karena kami punya anak, kami masih berhubungan sesekali, tetapi kami tidak pernah bertemu secara langsung.

Awalnya, aku tidak mau menerima kartu gajinya, namun dia mengatakan bahwa hidupku akan sulit dan dia memberinya sebagai tunjangan anak. Dia akan memberi 6 juta setiap bulan.

Kadang-kadang dia akan meneleponku untuk memberitahuku bahwa perusahaan akan memberikan bonus pada akhir tahun, dia juga akan memberi tahuku bahwa dia telah mengirim sebagian bonus untukku, dan meminta aku untuk mengambil uang dan membeli sesuatu untukku dan putriku. Semua ini sudah berlangsung selama lima tahun.

Ketika putriku mulai pergi ke sekolah, tidak dapat dihindari bahwa aku merasa kesepian. Secara tidak sengaja, aku memikirkan semua masa lalu dengan mantan suamiku, dan kemudian memikirkan kartu gajinya di tanganku selama beberapa tahun terakhir.

Memikirkan semua ini, air mataku mengalir tanpa sengaja, dan kemudian aku menelepon ponsel mantan suamiku.

Akhirnya kami menikah lagi dan berkumpul lagi.

Terkadang dua orang tinggal bersama untuk waktu yang lama, terkadang akan saling menyakiti, dan ketika Anda benar-benar tenang, orang yang paling mencintaimu selalu di sisimu.

Pernikahan membutuhkan dua orang untuk memahami dan menoleransi satu sama lain untuk menuju ke kekekalan! (lidya/yn)

Sumber: hker.life