Pemilik Kedai Kembang Tahu Menemukan Seorang Ibu Cacat ‘Pergi Tanpa Membayar’ dan Membiarkannya, Keesokan Harinya, Dia Menemukan Antrian Panjang di Luar Kedainya!

Erabaru.net. Ini adalah kisah yang mengharukan! Paman Zhang dan istrinya membuka kedai kembang tahu, dan mereka mulai bersiap untuk menjual kembang tahu setiap hari sebelum fajar.

Pada hari itu, tiba-tiba seorang ibu cacat membawa putranya untuk memesan kembang tahu dan roti kukus. Setelah Paman Zhang mengantarkan pesanannya, sang ibu menyuruh putranya buru-buru untuk menyelesaikan makannya, karena pada hari itu putranya harus menghadiri upacara pengibaran bendera, jadi dia harus tiba tepat waktu ke sekolah!

Namun, setelah putranya selesai makan, keduanya pergi dengan tergesa-gesa. Pada saat ini, istri Paman Zhang ingin mengejarnya, tetapi dihentikan oleh Paman Zhang. Paman Zhang berkata kepada istrinya: “Melihat mereka terburu-buru, pasti ada sesuatu yang mendesak.”

Sang istri yang sudah terbiasa melihat tindakan suaminya hanya bisa meneteskan air matanya.

Paman Zhang dan istrinya memiliki seorang putri yang mengidap penyakit jantung bawaan, dan dia harus menjalani operasi untuk menyelamatkannya hidupnya. Ini juga alasan mengapa Paman Zhang membuka membuka kedai kembang tahu ini. Paman Zhang berharap dengan membuka kedai mereka bisa menghasilkan banyak uang dan mengumpulkan 100.000 yuan untuk biaya operasi putrinya.

Istrinya sambil menangis mengatakan: “Meskipun semangkuk tahu tidak terlalu berharga, pernahkah Anda berpikir bahwa putri kami sedang menunggu kami untuk melakukan operasi padanya! Anda melakukan perbuatan baik sekarang, tetapi putri kita yang menderita. ..”

Para pengunjung terdiam beberapa saat. Beberapa pengunjung dengan ramah ingin membayar semangkuk kembang tahu ibu cacat itu, tetapi ditolak oleh Paman Zhang.

Setelah beberapa saat, ibu yang cacat itu kembali, dan dia berkata kepada Paman Zhang :”Saya tadi terburu-buru, saya tadi sudah membayar apa belum?”

Paman Zhang menjawab dengan terus terang: “Ya, Anda belum membayar”

“Lalu kenapa kamu tidak tidak menghentikanku?” Kantanya.

Baru pada saat itulah Paman Zhang menjelaskan padanya: “Anda adalah ibu yang cacat, dan Anda tampaknya sangat terburu-buru, dan anakmu mungkin akan malu jika aku menghentikanmu, Anda pasti akan merasa tidak nyaman, dan harga diri anak Anda juga akan terpukul.”

Ibu yang cacat itu sangat tersentuh, dia berterima kasih kepada Paman Zhang atas kebaikannya dan pergi setelah membayar makanannya.

Keesokan paginya, Paman Zhang membuka kedai kembang tahu seperti biasa, tetapi dia tidak menyangka bahwa orang-orang sudah antri di depan kedainya, Paman Zhang dan istrinya sama-sama terkejut dan juga senang.

Dalam beberapa hari berikutnya, bisnis kembang tahu Zhang Jinsuo booming. Keduanya akhirnya mengetahui dari mulut pelanggan bahwa ibu yang cacat itu adalah seorang reporter, dan dia mempublikasikan apa yang terjadi di kedainya hari itu.

Tak terduga, publikasi itu mendapat tanggapan yang antusias dari masyarakat, dan mereka akan datang ke kedai kembang tahu Paman Zhang untuk membantu.

Paman Zhang tindak menduga bahwa tindakan kebaikan kecilnya bisa menyelamatkan putrinya dari bahaya yang datang lebih awal! Kisah ini memberi tahu kita bahwa kita harus menjunjung tinggi kebaikan dalam hidup, dan hal-hal baik secara alami akan terjadi pada kita. (lidya/yn)

Sumber: ezp9