Bibiku Meminjam 30 Juta padaku, dan Sudah 5 Tahun Belum Mengembalikan, Saat Aku Ingin Memintanya, Ibuku Melarangnya

Erabaru.net. Membayar utang adalah hal yang wajib. Siapa yang tidak akan menghadapi kesulitan dalam hidup? Teman atau saudara Anda dalam kesulitan. Mereka ingin meminjam uang pada Anda. Apakah Anda akan meminjamkan atau tidak?

Suatu hari bibiku datang ke rumah untuk meminjam 30 juta, dan tanpa banyak berpikir aku segera memberinya. Lima tahun kemudian, bibi belum juga mengembalikan. 30 juta adalah pendapatan setahun di daerah pedesaan. Juga, tidak mudah bagiku untuk menghasilkan uang. Aku ingin membeli rumah dan uangku tidak cukup. Saya ingin mendesak bibiku untuk membayar uang itu segera, tapi sikap ibuku mengejutkanku.

Ayahku adalah anak tertua di keluarganya. Bibiku tinggal bersama ayahku sejak kakek-nenekku meninggal. Ayahku sepuluh tahun lebih tua dari bibiku. Saat itu, keluarga sangat miskin, tetapi ayah saya merawat bibiku dengan baik dan membiayai sekolahnya.

Saa bibiku menikah, ayahku memberi bibi 30 juta untuk pernikahannya. Karena kondisi keluarga bibiku yang miskin, ayahku selalu membantunya.

Ketika aku di sekolah menengah, bibi dan paman ingin pergi ke kota untuk berbisnis. Saat itu mereka tidak punya modal. Kemudian, ayahku memberi 50.000 juta untuk modal. Dalam waktu kurang dari setahun, bibiku gagal dalam bisnisnya dan berutang 20 juta. Pada akhirnya, ayahku yang melunasi utangnya.

Ayahku sudah sangat banyak membantu bibi, tapi ayah saya tidak pernah mengharapkannya kembali.

Setelah lebih dari 20 tahun bekerja di konstruksi, ayahku pensiun. Setelah 2 tahun pensiun, ayahku meninggal karena sakit.

Memikirkan ayahku yang telah bekerja keras selama hidupnya untuk keluarga ini, ketika dia baru menikmati beberapa tahun kebahagiaan dalam hidupnya, dan tiba-tiba meninggalkanku. Aku merasa sangat bersalah.

Suatu hari bibiku datang ke rumah dengan tergesa-gesa. Dia bilang dia sangat mendesak dan ingin meminjam 30 juta padaku. Tanpa ragu, aku memberikan 30 juta pada bibiku.

Ketika ayahku masih hidup, keluargaku dan keluarga bibi sangat dekat. Sejak ayahku meninggal, aku merasa bahwa hubungan antara bibiku dan keluargaku sedikit memudar.

Lima tahun kemudian, aku berencana menikah dan ingin membeli rumah. Karena uangku tidak cukup, aku berencana untuk meminta uang yang dipinjam bibiku.

Saat itu aku memberi tahu ibu saya tentang hal ini. Mengetahui rencana itu, ibuku berkata kepadaku: “Nak, kamu jangan meminta uang itu. Hidup bibimu juga sulit. Jika ayahmu masih ada, ayahmu juga tidak akan setuju untuk meminta uang itu. Bibimu pasti punya masalah. Ibu yakin dia akan mengingat kebaikan keponakannya. Selain itu, ada baiknya menggunakan 30 juta itu untuk menjaga hubungan antara bibi dan keponakan.”

Setelah mendengarkan kata-kata ibuku, aku memahami kebenaran: hubungan saudara lebih penting daripada uang.(lidya/yn)

Sumber: hker.life