Di Mulut Lubang Kecil di Gunung, Ribuan Ikan Akan Secara Otomatis Keluar dari Lubang, Tetapi Para Ahli Mengatakan Bahwa Ikan Ini Tidak Boleh Dikonsumsi!

Erabaru.net. Dunia ini benar-benar penuh keajaiban. Di daerah pegunungan yang Desa Pijia, Tiongkok, ada sebuah gua kecil yang tidak mencolok di kaki gunung tidak jauh dari desa. Gua kecil yang tampaknya biasa ini terus dialiri air selama bertahun-tahun. Sangat membingungkan bahwa setiap tahun, ribuan ikan berenang keluar pada sepuluh hari pertama dan sepuluh hari terakhir saat Festival Qingming.

Desa Pijia terletak di daerah pegunungan yang sangat terpencil, Kabupaten Yun, Provinsi Hubei. Hanya ada selusin rumah tangga di seluruh desa.

Menurut penduduk desa, memang ada gua tempat ikan yang mengalir. Rahasia aliran ikan Ini telah diturunkan dari nenek moyang selama beberapa generasi. Semua orang menyebutnya Gua Liuyu.

Saat Festival Qingming setiap tahun, lubang air aneh ini dapat mengalirkan ribuan ikan setiap malam, yang dengan cepat menjadi makanan lezat di meja setiap rumah di desa.

Yang lebih aneh lagi, ikan yang keluar dari Gua Liuyu hanya pada malam hari dan bukan pada siang hari. Setiap tahun ribuan ikan berenang keluar.

Perlu diketahui bahwa, jumlah ikan yang keluar pada tahun 1965 mencapai puluhan ribu ekor. Pemandangan pada waktu itu sangat spektakuler.

Setiap tahun sebelum Festival Qingming, penduduk desa hanya perlu meletakkan keranjang bambu yang sudah disiapkan di bawah Gua Liuyu, dan hanya 5 menit keranjang itu penuh dengan ikan. Sekeranjang ikan beratnya bisa mencapai sekitar 30 sampai 40 kilogram.

Diperkirakan setiap ikan beratnya mencapai satu kilogram. Ikan yang berasal dari gua ini berbeda dengan ikan di sungai dan danau. Ikan ini memiliki bentuk bulat dan panjang dan sisik berwarna emas, merupakan ikan yang sangat langka.

Bagaimanapun, rahasia ini telah menyebar dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir. Zhang Chunguang, seorang ahli dari Institut Zoologi, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, memimpin tim peneliti ilmiah untuk mempelajari ikan ini dan mengidentifikasinya sebagai “fosil hidup”. Tim peneliti ilmiah membedah ikan ini dan menemukan bahwa pada dasarnya tidak ada makanan di perut ikan.

Zhang Chunguang mengatakan bahwa jenis ikan ini hidup di sungai yang jernih dengan pegunungan dan bebatuan, tidak menyukai cahaya dan sangat sensitif terhadap suhu air, sehingga umumnya hanya hidup di sungai yang gelap atau perairan semi gua.

Apakah ada sungai besar yang gela di gunung ini? Para ahli menyelidiki lingkungan sekitar pegunungan di dekat Gua Liushui yang misterius ini. Mereka terkejut menemukan bahwa daerah sekitarnya sebenarnya adalah bentang alam karst. Yang disebut bentang alam karst adalah pelarutan batuan terlarut (kebanyakan batu kapur) oleh air dengan kekuatan pelarutan. Umumnya istilah untuk formasi permukaan dan bawah tanah yang terbentuk.

Artinya ada sungai gelap di dalam gunung. Benar saja, para ahli yang dipimpin oleh penduduk desa menemukan beberapa pintu masuk gua di gunung dekat Liuyu.

Beberapa penduduk desa bertanya, mengapa Gua Liuyu ini hanya menghasilkan ikan di malam hari di sekitar Festival Qingming?

Para ahli menjelaskan bahwa karena ikan ini adalah ikan air hangat, ketika suhu turun, ia akan berenang ke dalam gua untuk menghabiskan musim dingin. Ketika suhu air menghangat di musim semi, itu adalah musim kawin ikan sebelum dan sesudah Festival Qingming. Tujuan mengalir keluar dari gua Liuyu adalah untuk membiakkan generasi berikutnya. Para ahli mengatakan bahwa ikan ini telah terdaftar sebagai hewan yang dilindungi kelas dua nasional dan tidak boleh dikonsumsi. Tampaknya tidak ada kesempatan lagi bagi semua orang untuk mencoba rasanya di masa depan.(lidya/yn)

Sumber: ezp9