Menembus Perlawanan Beijing, Korea Selatan Kembali ke Latihan Gabungan Anti-Rudal AS-Jepang

Dalam foto inframerah selebaran dari Korps Marinir AS ini, USS Portland menembakkan sistem senjata laser ke target yang mengambang di Teluk Aden, pada Selasa, 14 Desember 2021. (Staff Sgt. Donald Holbert/U.S. Marine Corps via AP)

Shi Jin

Latihan militer gabungan Naga Pasifik (Pacific Dragon) selama seminggu sedang berlangsung. Dalam latihan militer ini, angkatan laut Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan kembali melanjutkan latihan pertahanan rudal yang sempat terhenti selama lima tahun.

Pentagon A.S. mengumumkan pada  Senin 15 Agustus bahwa dari  8 hingga 14 Agustus, angkatan laut Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan berkumpul di Maritime Pacific Missile Range di Hawaii untuk bersama-sama menyelesaikan latihan pertahanan anti-rudal bersama tiga negara yang sempat terputus selama lima tahun.  Latihan tersebut mencakup peringatan rudal, pencarian dan pelacakan rudal balistik, dan item lainnya.

Latihan militer bersama ini juga merupakan interpretasi dari komitmen para menteri luar negeri Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan untuk memperdalam kerja sama ketiga negara pada Juni tahun ini. Selain itu, mencerminkan tekad ketiga negara untuk bersama-sama menghadapi situasi di Semenanjung Korea.

Setelah 2017, Korea Selatan pernah menarik diri dari latihan bersama anti-rudal karena tekanan terus-menerus dari Partai Komunis Tiongkok dan mendinginnya hubungan Jepang-Korea Selatan. 

Di bawah paksaan ekonomi PKT, pemerintahan Moon Jae-in saat itu membuat “tiga non komitmen” untuk tidak bergabung dengan sistem pertahanan rudal AS, tidak menggunakan sistem anti-rudal THAAD, dan tidak memajukan Korea Selatan- aliansi militer AS-Jepang.

Namun demikian, setelah Presiden Korea Selatan Yoon Seok-wyeh menjabat pada Mei, dia bekerja keras untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat dan Jepang, dan menjelaskan bahwa dia tidak akan terikat oleh “tiga non-komitmen” dan akan memperluas dan melanjutkan latihan militer gabungan.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengkonfirmasi pada  16 Agustus bahwa dari 22 Agustus hingga 1 September, Amerika Serikat dan Korea Selatan akan menggelar latihan militer bersama untuk melanjutkan pelatihan militer yang telah lama ditangguhkan. (hui)