Warga Beihai, Tiongkok dengan Caranya Sendiri Memaksa Otoritas Langsung Mencabut Lockdown dan Tes Asam Nukleat

Warga bergerak melawan lokdown (NTD)

 oleh Zhao Fenghua dan Wang Hui

Pihak berwenang Beihai di Provinsi Guangxi, Tiongkok  selama ini terus melaksanakan penutupan wilayah demi mewujudkan Nol Kasus, sebagaimana yang diinginkan oleh kebijakan yang diarahkan pemerintah pusat. Setelah hampir sebulan Beihai ditutup, protes besar-besaran warga terjadi yang memaksa otoritas mencabut lockdown pada 15 Agustus tengah malam.

16 Agustus adalah hari festival yang berkaitan dengan penangkapan ikan di Kota Beihai, tetapi karena lockdown epidemi, jadi festival diundur ke 16 September oleh pihak berwenang. Hal ini menimbulkan kemarahan publik. Pada 15 Agustus malam, seluruh warga di daerah yang terkena lockdown turun ke jalan untuk melakukan protes, menuntut pihak berwenang agar mencabut instruksi lockdown.

Pada malam itu juga warga dari Distrik Yinhai di kota yang sama juga turun ke jalan untuk ikut memprotes.

Pengunjuk rasa berteriak : “Tidak perlu takut !”

Di tengah protes yang menyebar ke seluruh kota itu, pihak berwenang Beihai yang hari-hari sebelumnya masih menjunjung tinggi kebijakan “Nol Kasus” tiba-tiba mengumumkan pencabutan lockdown malam itu juga dan menghentikan pengujian asam nukleat pada hari berikutnya.

Netizen mengatakan dalam obrolan grupnya : “Orang-orang Guangxi memiliki daya juang yang lebih tinggi daripada yang lain. Beihai hari ini berhasil “menjebol gawang”, sehingga semua warga di komunitas yang tertutup bisa keluar dari tekanan!”. “Insiden protes membuat otoritas Beihai terpaksa langsung berunding dan mengumumkan pencabutan lockdown”.

Beberapa komentator percaya bahwa tindakan publik yang tidak lagi takut menghadapi PKT, berani melawan kekerasan PKT telah membuka model baru untuk mengalahkan pelaksanaan kebijakan “Nol Kasus” yang ekstrem, selain juga merupakan swadaya dalam mewujudkan penyelamatan diri bagi semua warga yang terkena dampaknya. (sin)