Sebelum Ayah Tiriku Meninggal, Dia Memberikan Semua Hartanya Kepada Putra Kandungnya, dan Hanya Memberiku Sebuah Kotak Kayu yang Rusak, Dua Tahun Kemudian, Nasibku Berubah Karenanya!

Erabaru.net. Aku adalah anak yang malang, ayahku meninggal ketika aku masih sangat kecil, dan aku tidak pernah ingat seperti apa dia, aku hanya melihatnya dalam foto. Ketika aku duduk di sekolah menengah pertama, ibuku menikah lagi, dan ayah tiriku adalah pemilik sebuah toko di desa.

Ayah tiriku berusia lebih dari 40 tahun, dan dia pernah menikah sebelumnya. Istrinya kabur dengan seorang pria kaya, meninggalkan dia dan putranya. Ibuku memiliki aku, dan tidak ada pria di desa yang mau menikahinya. Setelah ibuku menikah, ayah tiriku selalu memperlakukan aku dan ibuku dengan sangat baik.

Aku mendapat nilai bagus dalam studiku, dan masuk perguruan tinggi. Ayah tiriku sangat senang dan bangga. Dia memakerjan keberhasilanku masuk universita pada penduduk desa. Semua tahu bahwa, belum ada penduduk desa yang bisa sekolah sampai universitas.

Namun, tiba-tiba ibuku menderita sakit kanker hati, dan itu sudah dalam stadium lanjut tepat setelah diagnosis. Dokter tahu bahwa keluarga kami dalam kondisi rata-rata, jadi dia menyuruh kami merawat ibu di rumah, untuk menghabiskan hari-hari terakhirnya bersamanya. Selama itu hari, air mataku hampir kering.

Tepat sebelum aku mulai masuk kuliah, ibuku pergi, dan ayah tiriku mengatakan padaku: “Putri, jangan sedih dan tidak usah khawari, kamu tetap melanjutkan studimu, ayah akan selalu mendukungmu.”

Sebenarnya, aku tidak pernah benar-benar mengakui dia sebagai “ayah”, tetapi ketika aku mendengar dia mengatakan seperti itu, aku tidak bisa menahan air mataku.

Belakangan aku berhasil menyelesaikan kuliahku, tetapi baru setahun aku mulai bekerja, ayah tiriku tiba-tiba sakit. Aku dan kakak tiriku sama-sama bergegas pulang.

Ketika ayah tiriku sekarat, dia membagi harta keluarga,dia memberikan segalanya dalam keluarga kepada kakak tiriku,dan hanya meninggalkan sebuah kotak kayu yang rusak padaku, dia mengatakan bahwa itu dibawa oleh ibuku ketika mereka menikah dan dia memberikan barang itu kepadaku sebagai pemilik aslinya.

Setelah ayah tiriku meninggal, aku meninggalkan kampung halaman, aku tinggal di kota, dan bertemu dengan pacarku. Dan aku selalu membawa kotak kayu peninggalan ibuku.

Suatu hari, ketika pacarku melihat kotak kayu ini, dia terkejut, memegangnya dan melihatnya dengan hati-hati. Aku bertanya padanya apa yang salah, dia kemudian bertanya kepadaku, dari mana kotak kayu ini berasal.

Setelah aku jelaskan asal-usulnya,dia mengatakan bahwa dia memiliki beberapa teman yang mengerti barang antik.

Dia kan mengambilnya besok untuk membantu mengidentifikasinya. Mungkin itu barang yang sangat berharga.

Pada saat itu, aku tidak pernah berpikir bahwa kotak kayu ini bernilai puluhan miliar. Ternyata ayah tiriku sengaja meninggalkan ini kepadaku. Aku yang awalnya berpikir buruk pada ayah tiriku, hanya bisa berkata dalam hati, bahwa aku sangat berterima kasih padanya, dan semoga ayah tiriku dan ibuku bisa bahagia di surga.(lidya/yn)

Sumber: ezp9