Ayah Tunggal Tunawisma di Tiongkok Menjual Balon dengan Putrinya di Malam Hari untuk Membayar Pendidikannya, Membuat Banyak Orang Menangis

Erabaru.net. Kisah seorang ayah tunggal tunawisma dan putrinya yang menjual boneka balon di malam hari dan tidur di luar di siang hari menyoroti tantangan yang dihadapi oleh keluarga di Tiongkok dengan masalah keuangan.

Menurut video yang diposting di Douyin pada 13 Agustus oleh seorang wanita, bermarga Wang, putri pria itu berusia sekitar lima tahun, mengenakan gaun merah muda, dan kadang-kadang memakai beberapa kreasi balon untuk bersenang-senang.

Sang ayah menghias barang bawaannya dengan boneka balon yang dia coba jual kepada orang-orang yang keluar malam. Di dalam bagasi terdapat selimut berlapis kapas, kebutuhan sehari-hari, dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat boneka balon.

Sang ayah, dari Xuchang di Provinsi Henan di Tiongkok bagian tengah, mengatakan mereka tidur di jalanan pada siang hari karena dia tidak mampu membeli tempat yang bagus, jadi dia terpaksa meninggalkan putrinya sendirian di flat yang panas dan terik.

“Dia bilang dia dan putrinya adalah satu-satunya yang tersisa di keluarga itu,” kata Wang. “Dia harus membawa putrinya bersamanya karena tidak ada seorang pun di rumah yang dapat membantunya mengasuh anak dan taman kanak-kanak gadis itu sedang libur musim panas.”

Menurut sang ayah, yang identitasnya belum terungkap dan dijuluki “Bapak Balon” oleh orang-orang secara online, dia memiliki banyak tagihan yang belum dibayar, serta ribuan yuan gaji yang belum dibayar dari bekerja di lokasi konstruksi.

“Untuk menghemat uang, dia mengatakan dia hanya mampu membeli rumah murah, yang tidak memiliki AC, dan anaknya tidak ingin tinggal di rumah sendirian,” menurut Wang. “Karena panas terik, sang ayah memutuskan untuk tidak menyewa tempat dan malah tidur di jalanan.”

Sang ayah berkata mereka menjual balon sampai jam 2 sampai jam 3 pagi dan tidur di bawah naungan pohon di siang hari.

Wang bertemu pasangan itu ketika dia mengendarai sepeda listriknya pulang dan berhenti untuk membeli balon dari pria itu. Dia memulai percakapan dan belajar tentang kesulitan yang dihadapi ayah dan anak perempuan itu.

“Dia memilih menjual balon untuk mengumpulkan uang untuk pendidikan putrinya,” kata Wang.

Terlepas dari keadaannya yang mengerikan, dia mendandani putrinya seperti seorang putri dengan rok merah muda dan gadis itu memiliki boneka kelinci yang dia bawa kemana-mana.

Setelah video itu menjadi viral, banyak orang memuji sang ayah karena telah melimpahi putrinya dengan cinta meski terkendala keuangan.

“Meskipun hidup sulit, sang ayah memberikan semua cinta yang dia miliki kepada putrinya,” komentar seseorang.

Yang lain menulis: “Ayah menggendong putrinya, dan putrinya memegang bonekanya. Mereka berdua memegangi hal-hal yang paling penting bagi mereka.” (lidya/yn)

Sumber: asiaone