Kekeringan, Pemadaman Listrik dan Kebakaran Hutan di Tiongkok Selatan Berdampak Terhadap Mata Pencaharian dan Ekonomi Masyarakat

Bagian dari dasar Sungai Yangtze yang kering di Chongqing, Tiongkok, pada 16 Agustus 2022. (STR/AFP via Getty Images)

Yu Ting – NTD

Pada  Selasa (23/8), Observatorium Meteorologi  Daratan Tiongkok mengeluarkan peringatan merah terkait suhu tinggi selama 12 hari berturut-turut, dengan suhu tinggi melebihi 40 derajat Celcius di banyak daerah. Pihak berwenang kemudian meluncurkan model pembatasan listrik di Sichuan, Chongqing, Shanghai dan tempat-tempat lainnya. Sedangkan kebakaran hutan yang terjadi di Chongqing tidak terkendali dan mendekati daerah pemukiman.

Beberapa hari  lalu, menara kembar di Shanghai dikomplain karena menggelar pertunjukan cahaya untuk para selebriti.  Sekarang mereka tidak kuasa lagi. Kini kawasan Shanghai Bund dan sekitarnya juga mulai bergiliran mengalami pemadaman listrik. 

Tahun ini, Sungai Yangtze juga mengalami kekeringan selama musim banjir, sebuah insiden yang cukup jarang terjadi. Sejak Juli, kekeringan mempengaruhi 9 provinsi dan kota, terutama karena kurangnya curah hujan dan suhu tinggi yang ekstrim secara terus menerus.

Ekonom Xia Yeliang berkata : “Ini adalah bencana alam dan buatan manusia. Artinya, ketika sebuah rezim melakukan banyak kejahatan, tampaknya alam juga dapat menghasilkan beberapa fenomena aneh, jadi itu adalah bencana alam dan buatan manusia.”

Di danau air tawar terbesar di Tiongkok  “Danau Poyang”, telah berubah menjadi oasis oleh matahari, dan Danau Dongting menipis. Kedua danau air tawar memasuki musim kemarau lebih cepat dari jadwal, dan volume air berkurang 3/4.

Beberapa hari terakhir, suhu tinggi, kekeringan, dan pemadaman listrik oleh pemerintah berdampak luas pada mata pencaharian dan perekonomian masyarakat. 

Seorang Penduduk Sichuan berkata : “Kami pergi keluar untuk mengungsi lagi. Kami pergi ke pusat perbelanjaan dan melarikan diri setiap hari. (Anak itu) tertidur. Apakah tidak seperti pengungsi?.”

Penduduk Sichuan berujar : “Lift juga kehilangan daya ketika saya keluar. Apakah tidak ada catu daya darurat di sini? Kami tinggal di lantai sepuluh. Bagaimana dengan yang tinggal di lantai 20? Apakah harus menaiki tangga.”

Penduduk Sichuan berkata: “Sebelum pemadaman listrik dan pemadaman air, tidak pemberitahuan di grup properti.”

Seorang Pekerja Sichuan juga berkata : “Seorang rekan di pabrik kami pingsan lagi. Gejala-gejala demam karena panas adalah mulut berbusa, kejang-kejang, dan menggigil.”

Pemadaman Listrik  Menyebabkan Kematian

Di media sosial, ada  kematian  karena pemadaman listrik, sebagian besar di antaranya adalah orang tua.

Pembatasan daya listrik membuat pabrik menghentikan produksi

Pabrik-pabrik di Sichuan, termasuk Volkswagen Jerman, pemasok Apple Foxconn, dan Toyota Jepang, telah ditutup dengan berbagai tingkat karena pemadaman listrik pemerintah.

Seorang Karyawan Foxconn berkata : “Akibatnya, saya pergi bekerja selama sekitar satu jam, dan pada jam 9, saya diberitahu bahwa batasnya tidak dapat dilampaui, dan semua orang diliburkan.”

Warga lainnya dari Penduduk Taman Industri Chongqing berkata : “Di kawasan industri kami di Yongchuan, pabrik-pabrik sedang berlibur. Terlalu panas. Seorang karyawan meninggal karena panas. Di bengkel, saya mendengar bahwa itu adalah karyawan Great Wall Motors.”

Pertanian dan Tanaman Kena Imbas Akibat  Kekurangan Air

Dalam hal pertanian, pejabat Partai Komunis Tiongkok mengklaim bahwa hanya 32,99 juta mu (ukuran luas di Tiongkok) lahan subur dipengaruhi oleh kekeringan; 10% dari pohon teh Danau Longjing Barat terjemur kering; dan pasokan air untuk 2,46 juta orang lainnya dan 350.000 ternak besar ikut kena dampak.  Data sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Pakar keuangan Taiwan Wu Jialong menilai: “Tidak perlu membuat keributan besar tentang masalah Taiwan sepanjang hari. Kita harus kembali dan memberi perhatian besar pada beberapa fasilitas dasar ekonomi Tiongkok, yaitu pemeliharaan listrik dan air.”

Suhu tinggi yang terus menerus juga memicu kebakaran hutan di banyak daerah di Chongqing. Pada tanggal 23 Agustus, kebakaran hutan di Distrik Banan, Chongqing, yang berlangsung selama 3 hari, tidak terkendali dan menyebar ke rumah-rumah di kaki gunung, dan orang-orang langsung segera dievakuasi.

Warga di Chongqing: “Semua orang harus pergi, cepat, cepat, sudah terlambat jika Anda tidak pergi.”

Kebakaran Gunung Beibei di Pegunungan Jinyun Chongqing masih menyebar, mendekati daerah perkotaan utama Chongqing. Bahkan, kobaran api menyala  di selatan dan utara Chongqing.

Selain Chongqing, kebakaran hutan terjadi di Luzhou, Sichuan, Chishui, Guizhou dan tempat-tempat lain pada 21 Agustus. (hui)