Dia Pergi ke Kota untuk Mengunjungi Cucunya, Sebelum Pulang Putrinya Memberinya Sekantong ‘Sampah’, Dia Menangis Saat Membukanya

Erabaru.net. Bibi Wang adalah seorang wanita desa. Dia dan suaminya telah hemat sepanjang hidupnya untuk membayar sekolah putrinya. Sekarang putrinya telah dewasa dan menikah dengan pria di kota. Putrinya tinggal di kota dengan suaminya.

Kondisi keluarga menantunya jauh lebih baik daripada keluarga Bibi Wang. Ketika mereka menikah, meskipun ibu menantunya memandang rendah mereka, menantunya memperlakukan Bibi Wang dengan sangat baik, mereka selalu memberi hadiah selama Tahun Baru Imlek.

Meskipun mereka hidup tanpa uang pensiun, tapi mereka tahu bahwa putrinya dan menantunya perlu banyak pengeluaran, jadi setiap kali mereka ingin memberi uang, Bibi Wang selalu menolaknya.

Di desa mereka memelihara ayam, bebek, ikan, dan angsa. Ketika Bibi Wang mengetahui bahwa putrinya hamil, dia sangat gembira. Setiap kali putrinya kembali, dia akan memasak sup ayam. Agar putrinya cukup gizi selama kehamilan.

Putrinya kemudian melahirkan seorang cucu. Ketika cucunya berusia satu tahun, putrinya meminta Bibi Wang datang ke kota untuk perayaan cucunya. Karena banyak unggas yang harus dipelihara di rumah, jadi suaminya tidak bisa pergi. Bibi Wang pergi kota sendirian dengan sekeranjang telur.

Bibi Wang tidak lupa memasukkan 10000 yan dalam amplop merah dan menaruhnya ke dalam keranjang telur.

Tetapi ketika sampai, ibu mertua putrinya yang membukakan pintu, ketika dia melihat Bibi Wang membawa sekeranjang telur, dia merasa jijik dan menyuruhku untuk meletakkannya langsung di pintu.

Pada saat ini, putrinya keluar dengan cucunya, dan menyerahkan cucunya pada Bibi Wang. Pada saat ini, mertua putrinya pergi karena malu.

Setelah selesai makan siang Bibi Wang akan kembali ke desa di sore hari. Dia tahu bahwa mertua putrinya tidak senang dengan kedatangannya, jadi dia ingin segera pulang.

Ketika Bibi Wang akan pergi, putrinya sedang membersihkan piring di dapur. Ketika tahu ibunya akan pulang, dia menyerahkan kantong sampah kepada Bibi Wang dan memintanya untuk membuangnya. Ketika akan keluar, putrinya berbisik pada Bibi Wang membuka kantong sampah itu sebelum membuangnya.

Pada saat itu, Bibi Wang bertanya-tanya mengapa harus membuka kantong sampa itu, karena putrinya seperti itu, dia membuka dan memeriksanya.

Saat membuka, dia melihat adalah amplop merah yang dimasukkan ke dalam keranjang telur, ketika membuka amplop merah itu, bukan hanya 10.000 yuan yang dia berikan pada putrinya, tetapi putri saya juga menambahkan 5.000 yuan lagi.

Di dalamnya juga catatan kecil: “Bu, aku tahu ibu buru-buru pulang karena tidak nyaman dengan mertuaku tapi jangan terlalu diambil hati. Ibu dan ayah hidup tidak mudah, dan kami juga masih bisa mencukupi kebutuhan sendiri. Uang yang ibu berikan kepada kami, simpan saja kembali, dan ini ada tambahan sedikit dari kami.”

Melihat catatan yang ditulis oleh putrinya, Bibi Wang menangis. Dia merasa senang telah membesarkan anak perempuan yang berbakti. (lidya/yn)

Sumber: hker