Nenek Tidak Pernah Menikah dalam Hidupnya, Saat Dia Sakit Parah, Seorang Pria Tua Mengatakan Dia “Memiliki Tiga Putra”

Erabaru.net. Desa Qingshan dikelilingi oleh pegunungan dan sungai, dengan pemandangan yang sangat indah.

Ada seorang nenek bernama Zhang di desa, dia berusia 73 tahun tahun ini dan belum pernah menikah. Nenek Zhang baik hati. Dia tidak punya saudara. Dia memperlakukan semua orang di desa sebagai kerabatnya. Dia akan melakukan yang terbaik untuk membantu siapa pun yang mengalami kesulitan.

Tahun ini, ada wabah, takut akan menyebar kepala desa memerintahkan penduduk desa untuk tidak keluar luar, jika tidak seluruh keluarga akan diusir dari desa.

Suatu hari Nenek Zhang tiba-tiba pingsan, dan dokter di desa memeriksanya dan mengatakan dia terkena wabah.

Kata-kata dokter membuat semua orang ketakutan, dan mereka semua bersembunyi, kepala desa melihat nenek itu menyedihkan dan meminta semua orang untuk membantu.

Meskipun sebagian besar penduduk desa telah ditolong oleh Nenek Zhang , mereka semua takut ketika mendengar ini. Mereka takut tertular.

Nenek Zhang berbaring di rumah sendirian. Tetangganya, Erchun telah mengawasi dan dari waktu ke waktu rumah Nenek Zhang, dan dia telah mengincar Babi yang dipelihara oleh Nenek Zhang.

Dia berpikir, jika Nenek Zhang meninggal, maka babi itu tidak ada yang memiliki lagi, dia akan mengambilnya sebelum didahului oleh orang lain.

Di malam hari, kepala desa juga datang dan berlama-lama di luar pintu rumah Nenek Zhang. Menurut Feng shui tempat rumah Nenek Zhang sangat bagus. Dia telah memikirkannya sejak lama. Sekarang Nenek Zhang sedang sekarat, dia berencana untuk memiliki rumah Nenek Zhang.

Erchun dan kepala desa bukan satu-satunya orang yang memikirkan hal-hal tentang rumah Nenek Zhang.

Semua orang tahu bahwa orang yang terkena penyakit ini tidak dapat bertahan hidup selama tiga hari. Pada hari ketiga, banyak orang berkumpul di depan pintu rumah Nenek Zhang, menunggu Nenek Zhang meninggal.

Ketika hampir tengah hari, seorang lelaki tua yang tidak dikenal tiba-tiba datang dan berkata bahwa dia ada di sini untuk merawat Nenek Zhang.

Laki-laki tua itu mengabaikan semua orang dan memasuki rumah Nenek Zhang. Butuh waktu lama sebelum dia keluar. Dia berkata pada semua orang: “Orang tua itu baik-baik saja, dia akan pulih besok, kalian semua bisa pergi dari sini!”

Bagaimana mungkin mereka rela mau meninggalkan harga yang sudah di depan mata. Bagaimana wabah itu bisa disembuhkan? Mereka tidak percaya kata-kata laki-laki tua itu, berpikir bahwa dia pasti juga mengincar harga Nenek Zhang, dan ingin mengambilnya untuk dirinya sendiri.

Melihat semua orang tidak mau pergi, laki-laki tua itu menambahkan: “Kamu mungkin tidak tahu, sebenarnya nenek ini memiliki tiga putra, dan mereka akan segera datang.”

Semua orang tertawa ketika mereka mendengar ini. Mereka telah mengenal Nenek sepanjang hidup mereka, dan mereka belum pernah melihat Nenek menikah. Darimana Nenek Zhang mendapatkan putranya?

Kepala desa mengatakan bahwa laki-laki tua ini pembohong, dan dia harus diusir dari desa.

Tetapi mereka bahkan tidak bisa menyentuh pakaian laki-laki tua itu seolah-olah ada kekuatan antara mereka. Selama mereka semua mendekat, mereka akan terpental.

Laki-laki tua ini bukan orang biasa, wajah semua orang sangat ketakutan.

Tidak butuh waktu lama, tiba-tiba tiga pemuda datang. Mereka semua tinggi dan perkasa. Mereka memberi hormat kepada Laki-laki tua itu dan memasuki rumah Nenek Zhang. Mereka mencuci pakain Nenek Zhang, memasak, dan membersihkan rumah.

Penyakit Nenek Zhang telah benar-benar pulih. Dengan perawatan ‘ketiga putranya’, dia memiliki senyum di wajahnya setiap hari, dan memuji mereka karena kesalehan mereka.

Suatu hari, kepala desa bertanya kepada Nenek Zhang dari mana anak-anak ini berasal. Nenek Zhang mengatakan bahwa dia telah membantu seekor rubah yang terluka dua puluh tahun yang lalu ketika dia pergi ke gunung untuk memotong kayu. Laki-laki tua adalah jelmaan dari rubah, dan ketiga pemuda itu adalah putra dari rubah itu.

Ternyata bahkan seekor binatang pun tahu bagaimana bersyukur. Kepala desa merasa malu setelah mendengarnya.

Di bawah perawatan ‘tiga putranya’. Nenek Zhang hidup sampai sembilan puluh sembilan tahun. Setelah kematiannya, ketiga putranya tiba-tiba menghilang.(lidya/yn)

Sumber: ezp9