Selama 20 Tahun Dia Membenci Ayahnya Karena Membakar Surat Penerimaan Perguruan Tingginya, Setelah Ayahnya Meninggal, Dia Menangis Saat Mengetahui Kebenarannya

Erabaru.net. Ada dua bersaudara laki-laki dan perempuan, kakak perempuannya diterima di universitas, dan ketika dia mendapatkan surat masuk universitas, ayahnya bukanya gembira, tetapi malah membakar surat itu, kenapa?

Karena ayahnya merasa kemampuan finansialnya terbatas dan dia tidak mampu membiayai dua orang, dia hanya mampu membiayai satu orang. Oleh karena itu, ayahnya memilih adik laki-lakinya yang melanjutkan pendidikannya.

Hal yang paling disesali kakak perempuannya dalam hidupnya adalah tidak bisa kuliah, dan meskipun dia diterima di universitas. Saat ini tuntutan masyarakat terhadap pendidikan semakin tinggi.

Kakak perempuannya pergi ke kota dengan marah, dan tidak pernah kembali ke rumah. Dia bertemu suaminya saat ini saat bekerja. Dia sekarang sudah memiliki dua pura yang duduk di bangku SMU.

Sudah 20 tahun sejak dia pergi, dia sangat membenci ayahnya sehingga dia tidak pernah pulang untuk mengunjunginya.

Suatu hari, dia menerima telepon dari adiknya, mengatakan bahwa ayah telah meninggal, dan dia memintanya untuk kembali untuk mengurus pemakaman.

Saat dia menyortir barang-barang ayahnya, dia menemukan sertifikat adopsi dan catatan yang ditinggalkan oleh ayahnya. Dalam catatan itu ayahnya menulis bahwa adik laki-lakinya bukanlah adik kandungnya. Di situ juga dikatakan bahwa ayah memiliki buku tabungan 100.000 yuan dan uang itu dia tinggalkan untuknya.

Baru saat itulah dia mengetahui bahwa adik laki-laki adalah anak dari kawan lama ayahnya. Kawan seperjuangan yang berkorban untuk menyelamatkan ayahnya. Untuk membalas rekan seperjuangannya karena telah menyelamatkan hidupnya, ayah hanya bisa membuat putrinya kandungnya sedih dan membiarkan adik angkatnya untuk pergi kuliah

Setelah ayah meninggal, dia meninggalkan buku tabungan 100.000 yuan, yang juga merupakan tabungan yang telah dikumpulkan ayahnya selama setengah hidupnya.

Dalam beberapa dekade terakhir, yang paling menderita sebenarnya adalah ayahnya, tetapi siapa yang bisa memahami kesulitannya?

Memikirkan sikapnya selama ini selama bertahun-tahun pada ayahnya, dia hampir menyesal. Dia memohon semonga ayahnya di surga mau memaafkan kesalahannya.(lidya/yn)

Sumber: hker