Di Hari Pernikahan Ibu Mertua Meminta Uang Tunai 80.000 Juta, Aku Sangat Marah, Diam-diam Istriku Berkata padaku, Aku Tersentuh dan Menangis

Erabaru.net. Pernikahan adalah dambaan setiap pasangan. Merupakan hal yang paling membahagiakan untuk dapat berpegangan tangan dan menghabiskan seumur hidup bersama, tetapi seringkali hal-hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan orang. Sepasang kekasih akan memasuki istana pernikahan, tetapi mereka tidak menyangka akan mengalami masalah!

Istriku Jingjing adalah teman sekelas saat kuliah. Meskipun dia tidak terlalu cantik, dia memperlakukan aku dengan sangat baik. Kami telah menjalin hubungan selama lima tahun, dan hubungannya selalu sangat baik. Kami mulai membicarakan pernikahan.

Setelah orangtua kami bertemu, kami membahas masalah mas kawin. Kebiasaan di sini adalah bahwa pengantin pria datang untuk melamar pernikahan.

Saat membicarakan pernikahan, aku diwakili oleh paman keduaku.Pamanku dan ibu mertua membahas masalah pernikahan. Aku dan istriku tidak berada di ruangan yang sama dengan pamanku, dan aku samar-samar juga bisa mendengarnya.

Saat kami pulang, pamanku memberi tahuku bahwa ibu mertua menginginkan mas kawin 120.000 juta. Sejujurnya, menurut kami mahar ini tidak terlalu banyak, kami semua berpikir bahwa kami telah bertemu dengan mertua yang baik, dan tidak sulit untuk menghadapinya.

Kami mulai merencanakan apa yang kami butuhkan untuk pernikahan.

Karena istriku berasal dari pedesaan, dan terlalu jauh, pernikahan diatur di hotel di pihak kami, dan kerabat dari pihak ibu mertua datang satu hari sebelumnya.

Pada hari pernikahan, aku berangkat pagi-pagi untuk menyapa kerabat, aku sangat bersemangat, karena ini adalah hari istimewaku. Kami tiba di rumah istriku tepat waktu, mengetuk pintu untuk waktu yang lama dan masih tidak dibuka.

Tiba-tiba ibu mertuaku keluar dan mengatakan agar aku menambahkan 80.000 juta lagi sebagai uang mahar, mengatakan bahwa mereka merasa bahwa uang mahar terlalu sedikit dan mereka takut ditertawakan oleh penduduk desa.

Kami semua tercengang. Bukankah kita sudah sudah sepakat dengan uang mahar? Siapa yang pergi ke pernikahan dengan membawa setunpuk uang tunai?

Pamanku bernegosiasi dengannya dan mengatakan bahwa itu bukan apa yang dia katakan di awal, tetapi ibu mertua bersikeras bahwa dia memiliki keputusan akhir pada putrinya, dan jika uang itu tidak diberikan, dia tidak akan mengizinkan putrinya untuk menikah.

Aku menjadi sangat marah sehingga aku berkata pada ibu mertua: “Bu, Anda telah meminta hadiah pertunangan 120.000 juta, mengapa sekarang Anda berubah pikiran lagi.”

Ibu mertua mengatakan bahwa ini adalah aturan hari ini, bagaimana bisa menikahi seorang istri tanpa uang. Aku melihat istriku menangis.

Aku dan saudara-saudaraku sangat marah sehingga kami memutuskan untuk berbalik dan kembali. Aku benar-benar tidak bisa menerima ini. Aku tidak akan menikah.

Melihat aku sangat marah, istriku menjadi cemas, dia berlari keluar, menarik aku ke samping, dan memberi aku kartu bank. Dia berbisik kepadaku: “Suami, ini adalah uang mahar dari keluargamu, kamu dapat meminta tolong seseorang untuk mengambilnya. Aku akan meminta maaf untuk ibuku.”

Aku awalnya sangat marah, setelah itu aku merasa kasihan padanya. Sesuai permintaan istriku, aku minta seorang teman untuk mengambil uang itu dan memberikannya kepada ibu mertua saya, dan kemudian aku menikahi istriku.

Meskipun ibu mertua tampak bingung, dia tidak bertanya apa yang sedang terjadi.

Pernikahan diadakan seperti biasa. Kemudian, aku bertanya kepada istriku mengapa ibunya bisa berubah pikiran seperti itu. Dia mengatakan bahwa karena adik laki-lakinya akan menikah, ibunya merasa bahwa dia harus meminta mahar lebih banyak dan menyimpannya untuk adik laki-lakinya. Semuanya terserah pada ibu, tetapi kali ini dia memutuskan untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.

Kami sekeluarga terharu sampai meneteskan air mata. Bagaimanapun, juga merupakan berkah bagi keluarga kami untuk bertemu dengan istri yang pengertian seperti itu.(lidya/yn)

Sumber: ezp9