Bocah di Tiongkok yang Memberi Hadiah Kepada Ibunya Celengan Babi yang Berisi 56 Juta Telah Menjadi Viral

Erabaru.net. Sebuah cerita tentang seorang anak laki-laki di Tiongkok yang memberi ibunya celengan berisi 26.420 yuan (sekitar Rp 56 juta) yang disimpan selama delapan setengah bulan telah menghangatkan hati di media sosial Tiongkok

Anak laki-laki yang tidak disebutkan namanya, dari Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, berusaha semaksimal mungkin untuk mengisi celengannya dengan uang kertas dan koin sambil menabung, Star Video melaporkan.

Setelah dia memberikan celengan berisi uang tunai kepada ibunya, dia merayakan momen itu dengan membuat video dirinya membuka hadiah.

Dalam video tersebut, sang ibu meletakkan kain ungu di bawah celengan keramik yang berbentuk babi. Di depan celengan, dia terlihat duduk di lantai dan memegang palu di tangan kanannya.

Dia kemudian mulai mengetuk celengan dengan palu, dan setelah serangkaian pukulan lembut, celengan itu terbelah menjadi dua bagian.

Wajahnya menunjukkan keterkejutan dan keterkejutan saat melihat celengan itu penuh dengan uang kertas. Sebagian besar uang kertas untuk 100 yuan, serta koin yang keluar tumpah.

“Wow, haha,” kata ibu dalam video tersebut.

“Saya menyimpan semua uangnya,” jawab anak itu.

Sang ibu kemudian mengambil uang kertas dari celengan, dan menumpuknya di lantai.

Dia menghitung koin dan uang kertas dan menemukan bahwa putranya telah menghemat 26.420 yuan hanya dalam delapan setengah bulan.

Sikap baik anak laki-laki itu telah menyenangkan banyak pengguna media sosial Tiongkok.

“Anak laki-laki yang baik berasal dari keluarga dengan pola asuh yang baik,” kata salah satu komentator.

Yang lain berkata: “Anak laki-laki yang baik! Saya berharap anak laki-laki saya akan mengejutkan saya seperti ini.”

Namun, beberapa mempertanyakan jumlah uang dan cerita di balik hadiah itu.

Seseorang bertanya: “Apa artinya ketika seorang anak menabung 26.420 yuan dalam delapan bulan? Jika dia mendapat uang saku 100 yuan, tidakkah dia akan mengeluarkan uang sepeser pun?”

Yang lain bertanya: “Apakah keluarga memamerkan kekayaan?”

Budaya tradisional Tiongkok selalu mendorong pengabdian dan cinta berbakti kepada orangtua dan keluarga.

Pada bulan Juni tahun ini, seorang anak laki-laki berusia delapan tahun di Tiongkok utara menghabiskan uangnya sendiri sebesar 1.000 yuan untuk membeli cincin emas sebagai hadiah untuk ibunya.

Juga pada bulan Juni, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun di Tiongkok utara memberi keluarganya hadiah Hari Ayah dengan menyumbangkan seluruh tabungannya sebesar 713 yuan untuk membantu membayar pengobatan leukemia saudara perempuannya yang berusia lima tahun. (lidya/yn)

Sumber: asiaone