Apakah Anda Masih Mengeluh Bahwa Hidup Anda Tidak Baik? Lihatlah Pekerja Tambang Ini! Mereka Masih Anak-anak dan Menggali Tanah dengan Tangan Kosong

Erabaru.net. Di Kongo, banyak tambang kobalt yang secara ilegal menggunakan pekerja anak. Anak dalam foto ini bernama Dorsen, berusia 8 tahun. Pengawas di sebelahnya mengancam akan memukulnya jika dia tidak bekerja cepat. Bahkan di tengah hujan lebat, pekerja anak di tambang harus terus bekerja seperti orang lain.

Hujan deras jelas menambah kesulitan pekerjaan para penambang. Dan karena Dorsen terlalu muda untuk bekerja secepat pekerja dewasa lainnya, pengawas di sebelahnya akan langsung menegurnya.

Begitu Dorsen mengisi karung, para penambang dewasa akan meletakkan karung itu di bahunya untuk dibawanya.

Kondisi penambangan yang belum sempurna di sini membuat para penambang terkadang menggali dengan tangan, menggali terowongan puluhan kaki di bawah tanah tanpa peralatan keselamatan apa pun, dan kemudian menggunakan alat sederhana untuk mengeluarkan batu yang kaya kobalt.

Menurut Pemerintah Kongo, sekitar 40.000 pekerja anak bekerja di tambang kobalt di negara itu. Anak-anak dihukum dan dianiaya ketika mereka gagal memenuhi persyaratan pengawas.

Di permukaan tambang, para pekerja harus menyaring kolam lumpur dengan tangan kosong untuk memilah bijih kecil. Setelah menemukan bijih, anak-anak mengambil bijih yang kaya akan kobalt paling murni dan memilahnya ke dalam karung.

Dorsen yang berusia delapan tahun bukanlah anak termuda di tambang, dan seorang gadis berusia empat tahun bahkan direkrut di sini. Dia mengikuti anak-anak lain untuk bekerja di tambang.

Air yang mengalir melalui tambang juga telah tercemar, dan seorang penambang memiliki tumor besar di lehernya karena ini, di sini kesehatan para pekerja tidak dapat dijamin sama sekali. (lidya/yn)

Sumber: ezp9