Setelah Kecelakaan Suamiku Tidak Bisa Memiliki Anak, Kemudian Aku Hamil dan Mereka Menuduh Aku Selingkuh, Ketika Hasil Tes Menunjukkan Itu Anaknya, Ibu Mertua Berlutut di Depanku!

Erabaru.net. Aku dan suamiku adalah teman saat kuliah, dan dia adalah cinta pertamaku.

Saat kami menikah, teman-temanku sering menertawakan aku karena menikah dengan pria yang miskin.

Orangtuaku juga sangat memahami kami, jadi mereka tidak meminta mahar kepada suamiku.

Satu tahun setelah kami menikah kami belum juga memiliki anak, dan ibu mertua memberiku banyak ramuan obat , berharap aku bisa cepat memberi mereka cucu.

Tapi entah bagaimana, tidak peduli seberapa keras kami mencoba, aku juga tetap tidak bisa hamil.

Ibu mertua saya berkali-kali berdebat denganku tentang hal ini. Dia selalu mengatakan bahwa aku seperti induk ayam yang tidak bisa bertelur.

Kemudian, aku dan suami pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, hanya untuk mengetahui bahwa masalahnya ada pada suamiku. Dokter mengatakan bahwa suamiku mungkin tidak dapat memiliki anak.

Aku baru ingat, 2 bulan setelah kami menikah, suamiku mengendarai sepeda motor ke rumah teman lama dan mengalami kecelakaan. Itu menyebabkan suamiku yang kesulitan memiliki anak.

Untuk alasan ini, ibu mertua selalu menyalahkan aku.

Tapi enam bulan kemudian aku hamil.

Saat itu, aku memberi tahu suamiku tentang hal ini, dan dia sangat marah sehingga dia ingin segera menceraikan aku.

Dia menuduh aku telah berselingkuh.

Aku memberi tahu suamiku mungkin penilaian dokter tidak akurat, tetapi dia bersikeras untuk menceraikan aku.

Ketika ibu mertua tahu bahwa aku hamil, dia semakin membenciku, dan bahkan memberi tahu tetangga bahwa anak dalam kandunganku adalah milik pria lain.

Aku menangis dan memohon kepada suamiku, tetapi dia tetap bersikeras untuk bercerai.

Setelah perceraian, aku pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan setelah beberapa bulan hamil, dan ternyata anak itu adalah anak suamiku

Aku mengambil laporan dari dokter dan bergegas ke rumahnya dengan marah, melemparkan laporan itu ke wajahnya.

Kata dokter, meski suami punya sperma lemah, sulit punya anak, tapi masih ada kemungkinan masih bisa memiliki anak.

Ketika suamiku melihatnya, dia berlutut dan menangis dan memohon aku untuk memaafkannya.

Ketika ibu mertua mengetahui siapa ayah dari anak itu, dia sangat ketakutan sehingga dia buru-buru juga berlutut, berharap aku akan memaafkannya dan suamiku.

Mereka memperlakukan aku seperti itu sebelumnya, haruskah aku memberi mereka kesempatan lagi?(lidya/yn)

Sumber: uos.news