Ketika Adikku Menikah, Ibu Tiriku Memberinya 300 Juta! Ketika Aku Menikah, Dia Hanya Memberi “Sekantong Teh Krisan”, Saat Membukanya, Aku Menangis

Erabaru.net. Ibu tiriku baik kepadaku, dan selalu memanggilku dengan nama panggilan ayahku, tetapi aku mengabaikan ibu tiriku, dan hanya sesekali memanggilnya “Bibi”.

Setelah menikah dengan ayahku, ibu tiriku melahirkan seorang adik perempuan. Perhatian ibu tiri dan ayah saya semua ada pada adikku, dan aku merasa bahwa keberadaanku seperti tidak dianggap.

Terhadapku, ibu tiriku sangat ketat. Dia membangunkan aku pada jam 6:30 setiap pagi, dan tidur tidak boleh larut malam, meminta aku untuk merapikan kamarku di akhir pekan dan mencuci pakaianku sendiri.

Dia juga membatasi aku dari bermain dan merampas hobi saya, yang membuatku sangat membencinya. Hal-hal ini hanya aku simpan di dalam hati. Aku tidak mau menceritakan pada ayahku, karena aku tahu, bahwa bahkan jika aku memberi tahu ayahku, dia juga akan sependapat dengan ibu tiriku.

Ibu tiriku juga sangat cerewet, selalu berkata di depanku: “Gadis harus menghargai diri sendiri, jangan jatuh cinta di sekolah, menghormati yang tua dan mencintai yang muda. Kamu adalah kakak perempuan, jadi kamu harus bisa menjaga adik perempuanmu.”

Singkat cerita, adikku pergi bekerja setelah lulus dari sekolah menengah. Saat itu, dia memiliki pacar. Kondisi keluarga pacarnya tidak baik. Saat menikah ibu tiriku memberi adikku 300 juta, aku berpikir, itu adalah hal yang wajar, karena dia adalah putri kandungnya.

Setelah aku lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan, saya tinggal di kota. Ibu tiriku tahu bahwa aku suka minum teh krisan, jadi dia akan pergi ke gunung untuk mengambilnya bunga krisan dan mengirimkannya kepadaku. Entah sudah berapa kali ibu tiriku mengirimkannya, tapi aku tetap memanggilnya “Bibi”.

Aku dan pacarku berencana untuk menikah di kota. Pada hari pernikahan, ibu tiri saya berkata dengan penuh kasih: “Bibi tidak punya barang berharga untukmu. Bibi dengan hati-hati telah memilih paket teh krisan ini untukmu. Semoga pernikahanmu bahagia”

Aku dengan enggan menerimanya, tetapi aku masih dengan sopan mengatakan: “Terima kasih bibi.”

Setelah seminggu menikah, tiba-tiba tenggorokanku sakit, jadi aku ingin membuat teh krisan, saat membuka kantong teh krisan yang diberikan oleh ibu tiriku, aku terkejut, ada kartu bank dan catatan kecil di dalamnya.

Di kertas itu tertulis: “Putriku sayang, meskipun kamu bukan putri kandungku, aku selalu menganggapmu sebagai putriku sendiri. Aku ketat denganmu, dan aku hanya berharap kamu memiliki masa depan yang baik. Ada 300 juta di kartu itu untukmu. Kata sandinya adalah hari ulang tahunmu.”

Setelah membacanya, aku tidak bisa menahan tangis.

Aku kemudian menelepon ibu tiri saya. Sebelum ibu tiriku bisa berbicara, aku berkata: “Bu, saya selama ini telah membenci Anda, maafkan saya.” Ibu tiri tidak bisa menahan tangisnya di telepon. (lidya/yn)

Sumber: coms.pub