Korea Utara Merilis Undang-Undang yang Mengizinkan Penggunaan Terlebih Dahulu Senjata Nuklir

Orang-orang menonton layar televisi yang menunjukkan siaran berita dengan rekaman file uji coba rudal Korea Utara, di stasiun kereta api di Seoul pada 7 Mei 2022, setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik yang diluncurkan kapal selam menurut militer Korea Selatan. (Jung Yeon-je/AFP via Getty Images)

oleh Jin Shi

Di tengah ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan, pada 9 September, Korea Utara merilis sebuah undang-undang baru yang mengizinkan militer untuk mendahului penggunaan senjata nuklir. Langkah ini dipandang sebagai kemunduran besar bagi proses denuklirisasi Korea Utara.

Pada awal tahun 2013, Korea Utara mengeluarkan undang-undang untuk mendefinisikan dirinya sebagai “negara bersenjata nuklir” dan menetapkan bahwa jika Korea Utara diserang oleh negara bersenjata nuklir, maka militer dapat menggunakan senjata nuklir untuk menanggapinya.

Undang-undang yang disahkan pada hari Jumat, bahkan melangkah lebih jauh dengan menetapkan bahwa militer dapat terlebih dahulu menggunakan senjata nuklirnya untuk merespon bila Korea Utara mendeteksi ada ancaman akan diserang oleh “senjata pemusnah massal”.

Selain itu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bahwa undang-undang baru berarti bahwa Korea Utara tidak akan melakukan pembicaraan lebih lanjut tentang denuklirisasi, dan menegaskan bahwa Korea Utara tidak akan melepaskan senjata nuklirnya.

Kim Jong-un mengatakan : “Arti penting dari merumuskan kebijakan senjata nuklir adalah untuk menarik batas-batas yang tidak dapat diubah, dan mulai sekarang isu tentang senjata nuklir kita tidak akan lagi menjadi alat tawar-menawar”.

Menanggapi langkah terbaru Korea Utara ini, juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre mengatakan kepada wartawan di Air Force One pada hari Jumat, bahwa Amerika Serikat masih mencari keterlibatan diplomatik dengan Korea Utara.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa sikap pemerintah Tiongkok dalam masalah Semenanjung Korea tetap belum berubah sampai saat ini.

Sejak tahun 2022 Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba senjata yang memecahkan rekor, termasuk untuk pertamanya meluncurkan rudal balistik antarbenua. Pengamat menunjukkan bahwa Korea Utara mungkin akan melakukan uji coba nuklir ketujuh dalam waktu dekat.

Bulan lalu, Korea Selatan menawarkan paket bantuan besar, termasuk makanan dan energi kepada Korea Utara dengan imbalan denuklirisasi, tetapi ditolak oleh Korea Utara. (sin)