Di Acara Ulang Tahun Putraku, Ibu Mertua Memberi Hadiah Gelang Emas, Ketika Aku Melihat Pakaian Ibu Mertua, Aku Tidak Bisa Menahan Diri untuk Marah pada Istriku

Erabaru.net. Aku dan istriku adalah teman saat di perguruan tinggi.Istriku dari kota dengan kondisi keluarga yang baik, sedangkan aku berasal dari daerah pedesaan, orangtuaku adalah petani, dan ayahku meninggal beberapa tahun yang lalu, jadi semuanya tergantung pada usahaku sendiri.

Setelah menikah, kami bekerja dan tinggal kota dan jarang kembali ke kampung halaman untuk mengunjungi orangtuaku. Istriku tumbuh di kota, dan dia selalu merasa bahwa pedesaan itu kotor, jadi saya tidak memaksanya untuk pulang ke desa.

Aku biasanya menghabiskan liburan di rumah mertua. Setiap liburan, kami pergi ke mall untuk membeli segala macam oleh-oleh, mengisi koper penuh dengannya, dan pergi ke rumah mertuaku. Tidak mudah bagi mertua untuk membesarkan seorang anak perempuan, dan saya pikir begitulah seharusnya.

Tetapi setiap kali kami akan pergi ke desa, dan meminta istriku pergi ke mall untuk membeli beberapa hadiah untuk ibuku, istriku selalu mengatakan bahwa orang desa tidak terlalu memperhatikan hal-hal ini, jadi cukup membeli beberapa saja. Istriku tidak senang, jadi aku harus membeli sendiri untuk hadiah ibuku. Setiap kali aku membeli lebih banyak, istriku terlihat tidak senang.

Setelah satu tahun menikah, istri melahirkan seorang putra, dan seluruh keluarga sangat bahagia. Ibuku mengatakan ingin mengurus istriku pasca melahirkan, jadi aku menjemput ibuku dari desa untuk tinggal bersama kami.

Setelah ibuku datang , dia sibuk membuat sup untuk istriku, tetapi dia mengatakan bahwa sup itu terlalu berminyak, jadi dia tidak minum seteguk pun.

Ibuku ingin menggendong anak itu, tetapi istriku mengatakan bahwa ibuku tidak bersih, agar anak itu tidak sakit, dia melarang ibuku menggendongnya.

Aku tidak tahan lagi dengan sikap istriku terhadap ibuku. Saat aku akan menegur istriku, ibuku menghentikan aku, ibuku mengatakan bahwa istriku baru saja melahirkan, jadi jangan berdebat dengannya.

Ibuku merasa bahwa istriku menginginkan kehadirannya, jadi dia kembali ke kampung halamannya desa keesokan paginya. Sebelum pergi, ibu memberi 10.000 yuan kepadaku dan menyuruh aku membeli makanan yang enak untuk istriku.

Dalam sekejap mata, putraku berusia satu tahun, dan aku berencana untuk menjemput ibuku, dan seluruh keluarga akan bersenang-senang untuk merayakannya.

Satu minggu sebelum ulang tahun pertama putraku, aku berdiskusi dengan istriku untuk membeli satu set pakaian baru untuk ibuku, untuk dikenakan di pesta ulang tahun pertama anakku.

Aku kemudian berbelanja dengan istriku, dan memilih satu set pakaian untuk ibuku seharganya lebih dari 1.000 yuan.

Setelah membayar, aku bergegas kembali ke perusahaan dan meminta istriku untuk mengirim pakaian itu ke ibuku.

Pada hari pesta ulang tahun putraku, ibuku pergi ke kota naik bus, dan kami menjemputnya dan langsung menuju ke tempat acara. Aku melihat ibuku memakai baju lama , bukan baju baru yang aku belikan. Aku pikir itu karena ibuku enggan untuk memakainya, jadi aku tidak bertanya padanya.

Setelah tiba di tempat cara, mertua juga tiba, ibu mertua sangat senang melihat putraku, dan memberi putraku sepasang gelang emas dan amplop merah 10.000 yuan. Tapi saat aku melihat gaun yang dikenakan ibu mertua, aku tercengang, bukankah itu gaun yang kubelikan untuk ibuku ?

Aku menghampiri istriku dan bertanya apa yang sedang terjadi, tetapi dia tidak senang, dan mengatakan bukankah itu hanya sepotong pakaian?

Aku tidak peduli sebelumnya, kali ini aku benar-benar tidak tahan,: “Ya, itu hanya sepotong pakaian. Kamu selalu tidak akan senang jika aku membeli sepotong pakaian untuk ibuku. Aku tidak peduli sebelumnya, tapi kali ini aku benar-benar tidak tahan. Aku telah berbakti kepada orangtuamu, mengapa kamu tidak bisa bersikap baik kepada ibuku, apakah kamu masih manusia?”

Pesta ulang tahun yang awalnya bahagia akan berakhir seperti ini, istriku menangis dan ingin bercerai, tetapi anak itu masih sangat muda, aku tidak tahu harus berbuat apa. (lidya/yn)

Sumber: uos.news