Ayahnya Sakit Parah, untuk Berobat Putrinya Memberi 10 Juta dan Putranya 100 Juta, Setelah Keluar dari Rumah Sakit, Ayahnya Menyerahkan Semua Warisannya kepada Putrinya

Erabaru.net. Paman Liu memiliki dua anak, putra dan putri. Namun, kedua anaknya memiliki karakter yang jauh berbeda.

Sejak kecil, prestasi akademik putranya sangat istimewa dan sangat memotivasi. Kemudian, dia diterima ke universitas yang bagus. Sedangkan putrinya, kemampuan belajarnya juga sangat lemah. Kemudian, setelah lulus SMA, dia tidak melanjutkan sekolah, dan pergi bekerja.

Di masa lalu, Paman Liu dan istrinya menjual bunga kembang tahu. Pasangan tua itu bekerja keras dan menabung sejumlah uang sepanjang hidup mereka.

Sebenarnya, dia tidak meminta putra dan putrinya untuk mendukungnya, dia hanya berharap anak-anaknya dapat meluangkan waktu untuk selalu mengunjunginya.

Tempat tinggal putrinya relatif dekat, dan dia akan selalu mampir saat hari kerja, tetapi putranya jarang kembali, bahkan selama Tahun Baru Imlek dan festival, dan kadang-kadang hanya sebuah panggilan telepon.

Paman Liu berpikiran positif, jadi dia menghibur istrinya dan berkata bahwa anak-anak itu masih muda, mereka fokus pada karir mereka, dan anak-anak dan cucu-cucu mereka akan mendapat berkahnya sendiri. Sebagai orangtua, kita tidak boleh mengganggu mereka.

Setahun kemudian, putra akhirnya kembali dan memberikan hadiah kepada pasangan tua itu. Sang putra mengetahui bahwa ponsel ayahnya sudah rusak, sehingga dia memberikannya ponsel yang sedang populer saat itu. Diperkirakan harganya lebih dari 5 juta, dan ibunya dibelikan mantel yang tebal.

Pasangan tua itu sangat senang dengan hadiah yang dibelikan putra mereka. Namun, ponsel sang ayah rusak setelah beberapa hari. Saat dia membawa ponsel itu ke tempat service, tukang service memberi tahu mereka bahwa ponsel ini adalah barang tiruan, dan dapat dibeli paling banyak ratusan ribu.

Suatu hari, keponakan Paman Liu datang ke rumahnya. Saat itu, dia berkata kepada Paman Liu: “Paman, saya baru-baru ini main ke rumah sepupu, dan dia mengajak saya makan. Dia juga membelikanku barang bagus. Pada saat itu, dia membeli sepotong pakaian untuk ayah mertuanya, harganya sekitar 10 juta.”

Setelah mendengarnya, Paman Liu berpikir, dengan orangtua kandungnya sangat pelit, tetapi sangat murah hati kepada ayah mertuanya, itu benar-benar anak yang tidak berbakti.

Dua bulan kemudian, Paman Liu tiba-tiba jatuh sakit. Dia tidak ingin memberi tahu anak-anaknya, tapi dia takut tidak bisa bangun, akhirnya Paman Liu memberi tahu anak-anaknya.

Setelah putrinya tahu, dia memberi Paman Liu 10 juta. Paman Liu tahu putrinya tidak punya banyak uang, dan mertuanya juga baru sakit beberapa waktu lalu, telah menghabiskan semua tabungan keluarga.

Putranya datang beberapa jam kemudian, memberi Paman Liu 10 juta, dan berkata kepada ayahnya: “Ayah, ini bukan saat yang tepat bagimu untuk sakit. Aku kehilangan uang dalam dua bulan terakhir, dan sekarang tidak ada untung dalam dua bulan ini, aku meminjam 100 juta ini dari seorang rekan, jadi ayah bisa memakainya dulu.”

Setelah putranya pergi, Paman Liu meneteskan air mata. Kemudian, Paman Liu tahu bagaimana menulis surat wasiatnya. Dalam wasiatnya semua hartanya dia serahkan kepada putrinya, dan tidak satu sen pun untuk putranya. (lidya/yn)

Sumber: voosweet