Setelah Diomeli oleh ibunya, Gadis Kecil Itu Memalingkan Wajahnya dan Menelpon Ayahnya: “Jaga Istrimu, Dia Menggertakku Lagi”, Seluruh Jaringan Tertawa

Erabaru.net. Anak merupakan pusat keluarga dan objek yang paling diperhatikan oleh seluruh anggota keluarga, apa pun perilaku anak selalu dapat menarik perhatian anggota keluarga.

Ketika anak-anak masih kecil ada banyak tingkah laku dan kata-kata yang membuat orang bingung,dan juga tertawa.

Ketika seorang anak masih dalam masa pertumbuhan, mereka belum bisa membedakan benar dan salah.

Oleh karena itu, ketika mereka menghadapi berbagai hal, mereka selalu tidak tahu apa yang benar atau salah, dan mereka hanya melakukan berbagai hal sesuai dengan keinginan mereka sendiri, yang dengan mudah akan menyebabkan kerugian bagi diri mereka sendiri.

Oleh karena itu, orangtua perlu selalu mengawasi dan mengajar, ketika mereka melihat anak-anak mereka melakukan hal yang benar, mereka harus memberikan pujian dan dorongan.

Jika anak melakukan kesalahan yang menyebabkan kerugian dan luka tertentu, orangtua perlu memberi bimbingan, dan mereka harus perlahan mengajari mereka apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Apa yang harus dilakukan setelah membuat kesalahan, dan bagaimana menghindari membuat kesalahan yang sama di lain waktu.

Oleh karena itu, disiplin orangtua sangat penting, tetapi cara mendisiplinkan juga sama pentingnya, karena metode yang berbeda akan membawa efek yang berbeda pada anak, dan juga akan membuat anak membentuk reaksi yang berbeda.

Metode pengajaran yang baik memungkinkan anak-anak mengetahui apa yang benar dan salah dari apa yang mereka lakukan dalam waktu sesingkat mungkin, dan memahami bagaimana memperbaiki kesalahan ini, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Baru-baru ini, sebuah video beredar di Internet, yang menyebabkan diskusi panas. Dalam video itu seorang gadis kecil ditegur ibunya karena ingin makan permen lolipop, tapi anak perempuannya itu rupanya tidak senang karena ditegur ibunya, dan tidak mengindahkan ibunya.

Dalam keadaan normal, hubungan antara anak perempuan dan ayah adalah yang terbaik, sehingga ibu ingin menelepon ayah dan membiarkan ayah mendidik anak perempuannya.

Tak disangka, setelah putrinya mendapat telepon dari ayahnya, dia langsung mengadu kepada ayahnya: “Kembalilah dan jaga istrimu. Istrimu terlalu galak, dan dia menggertakku lagi.”

Kata-katanya itu membuat orangtuanya tertawa setelah mendengarnya, dan mereka tidak menyangka bahwa putri mereka yang begitu imut bisa segalak itu.

Dalam mendidik anak, kita harus berpegang pada cara dan metode pendidikan, agar anak dapat memperoleh pendidikan yang setinggi-tingginya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

  1. Pendidikan rasional

Anak-anak umumnya memilih menangis untuk memaksa orangtuanya, untuk menyetujui tuntutan mereka, dan menyelesaikan ide-ide mereka sendiri.

Pada saat ini, orangtua tidak boleh menyerah pada tangisan anak-anak mereka, tetapi harus dididik secara rasional. Ketika anak menangis, Anda dapat memilih untuk berdiri di samping anak dan menunggu dengan tenang agar anak tenang secara perlahan, kemudian melakukan pendidikan persuasi.

  1. Bersikaplah wajar

Anak-anak sebenarnya tahu kebenaran dalam banyak kasus, jadi orangtua harus memberikan pendidikan yang sama kepada anak-anak mereka.

Ketika anak dalam suasana hati yang stabil, duduklah bersama anak dengan tenang sambil bertatap muka dan bicarakan apakah anak melakukan hal yang benar. Dengan cara ini, dapat membantu anak untuk membangun tiga pandangan, sehingga anak memiliki rasa penilaian yang benar.

  1. Memberikan penghargaan dan hukuman

Ketika anak melakukan hal yang benar dan hal yang buruk, harus ada sejumlah pendidikan penghargaan dan hukuman.

Setelah anak melakukan perilaku yang benar, keluarga dapat menggunakan permainan aktivitas orangtua-anak untuk memberi penghargaan kepada anak dan memuji anak.

Setelah anak melakukan perilaku yang salah, anak harus dihukum.

Hal ini dapat meningkatkan pemahaman anak yang jelas tentang perilakunya sendiri, mengetahui benar dan salah dari perilakunya sendiri, dan secara efektif dapat membangun rasa penilaian yang benar bagi anak, sehingga dia akan memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang tindakannya sendiri di masa depan.(yn)

Sumber: kknsays