Ayah Tunggal Bekerja di Ladang dan Tidak Melihat Putranya yang Berusia 2 Tahun, Ketika Pulang, Dia Menangis

Erabaru.net. Seperti kata pepatah: anak-anak dari keluarga miskin akan memiliki rasa tanggung jawab sejak dini.

Sebenarnya, bukan anak yang ingin bertanggung jawab, tetapi itu karena keadaan yang memaksa. Karena kondisi ekonomi yang buruk di rumah, orang tua sibuk dengan pekerjaan dan tidak punya banyak tenaga untuk mengasuh mereka.

Saat lapar dan haus, anak hanya bisa mencari makan dan minum sendiri, atau bahkan memasak sendiri. Saat mengantuk, dia hanya bisa tidur sendiri, tidak seperti anak-anak lain yang perlu dibujuk untuk tidur.

Kondisi kehidupan yang keras membuat mereka kuat dan dewasa sejak dini.

Di Honghe, Yunnan, sebuah video yang diposting oleh seorang ayah tunggal membuat orang merasa sedih.

Ketika dia sedang bekerja di ladang, dia menemukan bahwa putranya yang berusia 2 tahun meghilang, ketika dia pulang ke rumah dan melihat putranya sedang memasak nasi, ayah tunggal itu menangis.

“Ayah tidak merawatmu dengan baik!” pria itu menghela nafas.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah seorang warga di Honghe, Yunnan. Pria tersebut adalah seorang ayah tunggal di desa tersebut. Pekerjaannya saat ini adalah menanam sayuran dan menjualnya di kota.

pria itu memiliki seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, karena tidak ada yang membantu mengurus bayinya, dia biasanya membawa anaknya saat bekerja di ladang atau berjualan sayur di kota.

Mengetahui bahwa tidak mudah bagi ayah untuk menghasilkan uang, anak laki-laki kecil itu biasanya sangat baik. Saat ayahnya bekerja dia bermain sendiri.

Kali ini ayahnya mengajaknya bekerja di ladang, anak kecil itu tidak memberitahu ayahnya dan pulang diam-diam seorang diri.

Setelah pria itu menemukan bahwa putranya itu hilang, dia segera mencarinya, dan ketika dia kembali ke rumah, dia menemukan bahwa putranya sedang sibuk di dapur.

Pria itu masuk dan melihat bahwa putranya sedang memasak nasi goreng.

Apalagi ada telur di nasi gorengnya, dan dia juga menyiapkan mangkuk, nasi goreng ini digoreng dan dimakan sendiri, dia sangat bijaksana.

“Anakku pasti lapar, jadi dia pulang sendiri!” ujar sang ayah.

Melihat pemandangan ini, pria itu tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya, merasa bahwa dia tidak merawat anak-anaknya dengan baik selama bertahun-tahun.

Anda harus tahu bahwa anak di atas 2 tahun pada usia yang sama belum masuk taman kanak-kanak, belum berhenti minum susu bubuk, dan masih perlu diberi makan oleh orangtua atau kakek-neneknya. Dan putranya telah belajar untuk mengurus dirinya sendiri dan membantu ayahnya.

Setelah video tersebar, banyak yang tidak percaya, bahkan mempertanyakan usia anak kecil tersebut.

Karena menurut kesan mereka, anak 2 tahun bahkan belum bisa berjalan dengan stabil, bagaimana dia bisa memasak nasi goreng. Tahukah Anda, nasi goreng membutuhkan kompor induksi dan minyak untuk mengocok telur. Hidangan ini tidak mudah.

Mereka menyebutkan bahwa banyak siswa sekolah menengah bahkan tidak tahu cara membuat telur dadar.

Oleh karena itu, memang tidak mungkin anak di atas 2 tahun bisa masak nasi goreng sendiri.

Orang-orang pedesaan tidak bisa tidak menanggapi,bahwa anak-anak di kota dimanjakan, jadi tentu saja mereka tidak begitu percaya.

Sebagian besar anak-anak di pedesaan dapat berjalan dan berlari ketika mereka berusia 1 tahun. Itu normal bagi anak-anak berusia 2 hingga 3 tahun untuk mengobrak-abrik lemari untuk menemukan barang-barang sendiri. Keluarga miskin memang tahu cara membuat kue manis kentang dan masak sendiri.

Tidak ada gunanya mempersoalkan hal tersebut, terlihat dari video keseharian anak tersebut bahwa hidupnya memang sangat berat.

Yang ingin kami ketahui lebih jauh adalah, di mana ibu-ibu, kakek-nenek anak-anak itu? Jika mereka masih hidup, bukankah seharusnya mereka membantu pria itu dan merawat bayinya? (yn)

Sumber: voosweet